This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Wednesday, July 10, 2013

Memilih Forex Sebagai Investasi



Secara gampang, investasi merupakan suatu bentuk aktiva dengan harapan mendapat keuntungan pada masa depan. Dengan kata lain, investasi adalah pembelian/produksi dari kapital yang tidak dikonsep, tetatpi digunakan untuk masa yang akan datang dengan harpaan mendapatkan keuntungan. Mungkin yang paling mudah adalah investasi tanah. Kita membeli tanah dan kita jual kembali beberapa tahun kemudian, dengan harapan harga tanah akan naik sehingga kita mendapatkan selisih harga yang menguntungkan.

Investasi pada dasarnya dibagi menjadi dua, yaitu investasi real asset dan financial asset. Contoh di atas termasukinvestasi sektor real, yaitu kit amenginvestasikan aset dapam bentuk real/sektor real. Jika anda mengubah uang anda dalam bentuk "nyata", misalnya dalah bentuk tanah, emas, atau ruko, dengan harapan akan mendapat harga yang abgus pada masa depan, maka di katakan anda berinvestasi pada sektor real. Sementara, financial asset adalah jika anda mengikatkan aset anda dalam sektor financial seperti saham, obligasi, reksadana, forex, asuransi, dan sebagainya.

Dalam pembahasan sekilas di atas, kita tahu bahwa forex merupakan investasi yang tergolong  financial asset.  Apa kelebihan Forex di bandingkan dengan investasi lainnya baik sektor real maupun sektor non real?

Beberapa keuntungan Forex sebagai investasi dibandingkan dengan investasi lainnya adalah sebagai berikut:
  1. BEP yang cepat dan keuntungan yang tinggi
    Semua tergantung pada kemahiran investor itu sendiri. Dengan uang $100 Amerika, anda bisa mendapatkan $100 dalam setiap bulan, tergantung pada kemampuan anda dalam berinvestasi di Forex. Sangat jarang terjadi, investasi sektor real dengan modal murah tetapi memiliki potensi keuntungan yang tinggi. Namun, investasi Forex bisa melakukannya.
  2. Kapan saja dan di mana saja Anda dapat melakukannya
    Dengan adanya perkembangan teknologi, perdagangan Forex bisa di lakukan kapan pun dalam rentang waktu 1 x 24 jam, dari Senin sampai Jumat, asal anda bisa terhubung dengan internet
  3. Tidak memerlukan karyawan atau pegawai yang harus di gaji
    Anda bertindak aktif sebagai investor sendiri. Karena kemudahannya, forex bukanlah suatu investasi yang padat karya, yang memerlukan karyawan banyak, cukup  anda sendiri meluangkan waktu dan tenaga
  4. Likuiditas tinggi
    Uang yang beredar amat banyak serta pemain yang amat banyak di berbagai negara menyebabkan setiap transaksi yang anda lakukan berhasil sehingga akan menambah likuiditas dari pasar
  5. Adanya demo akun
    Sebelum anda berinvestasi real, anda bisa melakukan demo dengan akun bohongan alias bukan akun beneran. Dengan membuka akun demo, anda bisa melakukan latian dengan disiplin tinggi, dan tidak buru buru untuk mendapatkan hasil yang baik dan konsisten
  6. Leverage yang beragam
    Leverage atau daya ungkit Forex mulai dari 1:1 sampai dengan 1:500, sehingga modal yang di perlukan bisa relatif lebih kecil
Sumber: Forex trading tanpa modal, Arief Setiawan

Tuesday, July 9, 2013

Tips Dalam Memilih Reksa Dana Yang Tepat



Dalam memilih Reksa Dana yang tepat bagi investor individu harus memperhatikan hal ‐ hal berikut ini :
1. Kredibilitas dari Perusahaan Manajer Investasi (MI) yang mengelola Reksa Dana.
Adalah hal yang penting bagi investor individu untuk mengetahui kredibilitas dari Perusahaan MI, dengan kredibilitas yang baik dari perusahaan MI tersebut maka setidaknya ada ketenangan di hati investor individu dalam menempatkan dananya di Reksa Dana yang dikelola oleh perusahaan MI tersebut.
2. Besarnya total dana kelolaan perusahaan MI yang bersangkutan.
Besarnya dana kelolaan dari perusahaan MI juga mencerminkan kepercayaan dari masyarakat baik perorangan maupun institusi kepada perusahaan MI tersebut dalam mengelola dana yang dipercayakan kepada mereka. Bagi investor individu hal ini akan meningkatkan kepercayaan dan ketenangan dalam menempatkan dana ke dalam Reksa Dana yang dikelola MI tersebut.
3. Profil dan track record dari Tim Investasi yang mengelola Reksa Dana
Profil dan track record yang baik dari Tim Investasi Reksa Dana yang bersangkutan sangat penting karena merekalah    yang setiap hari melakukan pengaturan komposisi portfolio sesuai tujuan investasi dari Reksa Dana yang dikelola untuk mencapai hasil (return) yang optimal di atas benchmark Reksa Dana tersebut.
4. Kinerja Reksa Dana selama 3 ‐ 5 tahun ke belakang
Disaat kondisi ekonomi bagus, adalah hal yang biasa jika memperoleh return saat kondisi ekonomi bagus. Masalah besar kecilnya return hanya lebih kepada seberapa berani manajer investasi mengambil resiko saat itu.Yang penting adalah bagaimana produk itu bisa memberikan keuntungan atau setidaknya bertahan (tidak rugi) saat terjadi kondisi yang tidak diinginkan.
Disarankan untuk menempatkan di Reksa Dana yang memberikan hasil yang stabil selama    3  ‐  5 tahun ke belakang. Karena ini menunjukkan tingkat ke‐agresifan dari Tim Investasi Reksa Dana tersebut.  Jika hasilnya sangat fluktuatif maka tingkat ke‐agresifan dari Reksa Dana tersebut tergolong tinggi.
Atau sesuaikan dengan profil resiko dari investor individu yang bersangkutan, bila profil resiko dari investor menunjukkan bisa menerima tingkat resiko yang tinggi maka tidak ada salahnya juga untuk investasi di Reksa Dana yang agresif.
5. Bacalah dengan seksama prospektus, teliti komposisi portofolio Reksa Dana
tersebut dan sesuaikanlah dengan profil resiko investor. Jangan terkecoh oleh prospektus‐prospektus menyesatkan. Ada istilah reksadana fixed‐income, pengertiannya tidak berarti anda akan mendapatkan fixed‐income dan tidak akan bisa mengalami kerugian. Istilah ini sering menyesatkan orang awam.
Baca dan analisa komposisi portfolio Reksa Dana tersebut di dalam prospektus dan sesuaikan dengan profil investasi investor individu yang bersangkutan Setiap bulan Manajer Investasi akan membuat Factsheet dari Reksa Dana yang dikelolanya, dari Factsheet tersebut kita bisa   melihat apakah ada   perubahan komposisi portfolio agar anda bisa menyesuaikan kembali tujuan investasi semula. Atau investor juga bisa menelepon langsung ke Manajer Investasi di hari kerja untuk mendapatkan informasi dan komposisi terbaru dari Reksa Dana yang dikelola.
6. Fleksibilitas dalam hal penempatan / subscribe, penarikan / redemption dan kemudahan mendapatkan informasi Reksa Dana serta tanyakan struktur biaya yang dikenakan kepada investor.
Fleksibilitas dalam melakukan penempatan dan penarikan unit dari Reksa Dana yang kita tempati merupakan hal penting yang tidak boleh di lupakan. Karena ada Reksa Dana yang membatasi penarikan hanya dapat dilakukan pada periode tertentu, tanyakan hal ini di depan sebelum memutuskan untuk berinvetasi dan sesuaikan dengan tujuan investasi anda.
Juga rincian biaya yang akan dibebankan, tanyakan langsung  rincian biaya yang harus dikeluarkan secara detail dalam penempatan maupun penarikan. Jika tidak transparan,lebih baik dihindari.


Monday, July 8, 2013

Menjadi Sukses Dan Kaya Dengan Berhutang



Membayar hutang dengan mudah ada caranya, bahkan membuat Anda semakin kaya. Hutang mobil, rumah atau apapun perhatikanlah jenis-jenis hutang berikut. Setiap kali berhutang uang kepada seseorang, kau menjadi pegawai uang mereka. (Robert T. Kiyosaki)

Ada orang mengartikan bahwa hutang adalah selalu buruk. Ada orang mengartikan bahwa hutang adalah bisa membuat kita menikmati kenikmatan yang tadinya tidak terjangkau. Robert Kiyosaki dengan tajam menjelaskan tentang hutang yang baik dan hutang yang buruk.

Hutang yang baik adalah hutang yang dibayarkan orang lain untuk kamu. Hutang yang buruk adalah hutang yang kamu bayar dengan keringat serta darah kamu sendiri.

Kalau seseorang mengambil pinjaman berjangka waktu 20 tahun maka dia akan menjadi pegawai selama 20 tahun. Dan tidak seperti bekerja di kantor, mereka tidak memberinya jam emas ketika hutangnya lunas atau dia pensiun.

Apakah hutang untuk bisnis (modal kerja, investasi,dll) = baik, sedangkan hutang konsumtif (beli mobil, rumah, tour keluar negeri) = jelek? Dua-dua jawabannya adalah belum tentu.

Dari definisi Robert Kiyosaki diatas, hutang bisnis bisa jadi jelek bila kita sendiri yang harus berkeringat dan mandi darah untuk membayarnya.

Hutang bisnis menjadi baik ketika kita mempunyai sistem dan team/orang yang membayar. Demikian juga ayah kaya dari Robert Kiyosaki sangat menyukai properti sewaan. Ia mendorong Robert Kiyosaki untuk mempunyai properti sewaan karena bank memberi pinjaman dan yang membayar adalah penyewa properti.

Banyak orang menganggap bahwa jurus Robert Kiyosaki yang ini tidak dapat dipraktekkan di Indonesia, tapi saya pribadi melihat banyak pengusaha yang menggunakan jurus ini. Mulai dari pengusaha kecil seperti pengusaha mesin fotocopy yang membuka cabang fotocopy, salon, yang mempunyai sistem dan team yang bekerja untuk mereka. Sedemikian sehingga sistem dan team yang membayar hutang bisnis dan properti yang ditempatinya. Demikian juga pengusaha besar seperti Bank, Hotel, Mall, melakukan dengan cara yang sama.

Hutang konsumtif bisa baik ketika kita sudah mempunyai pasif income atau peternakan uang yang membayarnya. Jadi boleh saja kita mempunyai hutang rumah, mobil, selama penghasilan kita dari Bisnis dan Investasi (sisi kanan cashflow kuadrant) lebih dari cukup untuk membayarnya.

Pasti bermanfaat untuk Anda yang dahsyat,

Pengertian Saham



Pada artikel sebelumnya kita sudah mengenal sedikti tentang saham. Berikut ini adalah artikel berikutnya tentang Saham atau yang biasa di sebut juga stock; bagaimana saham itu di nilai, apakah risiko yang ada di dalamnya, dst. Silahkan langsung saja baca artikel berikut ini:


STOCK IS OWNERSHIP, simple as that.
Buy a share of Microsoft and you acquire a tiny sliver of the software giant, tying your fate to that of Chairman Bill Gates, for better or worse. This is ownership in the most literal sense: You get a piece of every desk, contract and trademark in the place. Better yet, you own a slice of every dollar of profit that comes through the door. The more shares you buy, the bigger your stake becomes.

OK, So How Is a Stock Valued?
The stock market itself is basically a daily referendum on the value of the companies that trade there. All those guys screaming at each other? Their job is to take in the day's news and distill it down to a single question: Will it help the companies I own make money in the future, or will it prevent them from doing so? If Microsoft loses a court battle to the Justice Department, look for its shares to fall. But if strong economic numbers come out promising better PC sales, traders will buy with a vengeance.

Earnings (a.k.a. profits) are the supreme measure of value as far as the market is concerned. Wall Street is obsessed with them. Companies report their profits four times a year and investors pore over these numbers -- expressed as earnings per share -- trying to gauge a company's present health and future potential.

The market rewards both fast earnings growth and stable earnings growth. Stock traders will even pay up for a money-losing company that promises to earn a lot in the future (witness 1998's explosion in Internet stocks). Things the market will not tolerate are declining earnings or unexplained losses. Companies that surprise Wall Street with bad quarterly reports almost always get punished.

What About Risk?
While history shows that stocks will rise given the fullness of time, there are no guarantees -- especially when it comes to individual stocks. Unlike a bond, which promises a payout at the end of a specified period plus interest along the way, the only assured return from a stock is if it appreciates on the open market. (While many companies pay shareholders dividends out of their earnings, they are under no obligation to do so.) The worst-case scenario is that a company goes bankrupt and the value of your investment evaporates altogether. Happily, that's rare. More often, a company will run into short-term problems that depress the price of its stock for what seems an agonizingly long period of time.

For all the risk, however, there are ways to manage your exposure. The best is to diversify by owning a variety of stocks. That way, no single company can harm you. (Check out our Risk vs. Reward section for more on diversification strategies.) It's also important to remember that investors are well compensated for rolling the dice with equities. Historically, the long-term return from stocks is about 11% annually, while bonds -- which are less risky -- return just 5.2%. Over time, that spread can make a huge difference in the earning power of your savings (see The Power of Compounding).

One final note: Along with ownership, a share of stock gives you the right to vote on management issues. Company executives work at the behest of shareholders, who are represented by an elected board of directors. By law, the goal of management is to increase the value of the corporation's equity. To the extent this doesn't happen, shareholders can vote to have management removed.

That's the way it is supposed to work, anyway. As we noted above, one of the grim realities of the stock market is that individual investors rarely amass enough stock to be able to exert any tangible influence over a company -- that's left to big institutional shareholders or groups of company insiders. Consequently, it behooves you to carefully research management's competence before you buy a stock. And the best measure of that may be the company's ability to consistently deliver earnings over time.

Tips Cara Menjual Rumah Dan Property



 Bisnis properti merupakan bisnis yang kompetitif karena pemilik properti harus bersaing ekstra dengan pemilik atau agen properti lain agar tetap bertahan. Banyak tips atau seminar yang sudah diselenggarakan oleh penyedia jasa penjualan atau properti namun ada beberapa trik yang bisa Anda terapkan agar properti cepat terjual.

1. Harga Yang Wajar
Mematok harga yang wajar, dalam artian harga tertinggi bagi calon pembeli. Jangan sesekali menawarkan harga jauh diatas pasar daerah sekitar, karena calon pembeli Anda tidaklah bodoh. Untuk mendapatkan kisaran harga yang wajar, Anda dapat mencari tahu kisaran harga properti di derah tersebut.

2. Berikan Tampilan Yang Menarik
Calon pembeli biasanya akan menilai properti yang Anda tawarkan dari pandangan pertamanya. Yah.. cinta pada pandangan pertama tidak bisa dipungkiri. Setelah menilai penampilan keseluruhan barulah ia akan menilai secara detail. Oleh karena itu jangan ragu untuk memoles properti Anda dengan tampilan yang menarik, seperti taman, mengganti plafon yang menguning, melap kaca jendela, dan lain sebagainya.

3. Gunakan Media Promosi
Properti yang bagus tanpa adanya promosi tidak akan mendatangkan calon pembeli, oleh karena itu Anda dituntut untuk lebih aktif dalam memromosikannyadi berbagai media. Biasanya agen properti memromosikan properti mereka di media massa seperti koran, majalah, website, spanduk, brosur, serta open house. Dengan begitu maka peluang untuk menjual properti lebih banyak semakin terbuka.

4. Fasilitas dan Akses Properti
Fasilitas dalam suatu perumahan atau properti yang anda jual bisa memberikan nilai lebih, seperti sekolah, sarana olah raga, ibadah, tempat rekreasi, dan fasilitas lain. Akses menuju lokasi properti yang Anda jual juga menjadi pertimbangan seseorang untuk membeli atau tidak. Apakah mudah dilalui, tersedia angkutan umum, dilalui jalur 3 in 1, atau kemungkinan akses lain. Jika sudah menemukan fasilitas dan akses properti Anda, maka sah-sah saja jika ingin menambahkan nilai. Namun jika properti Anda tidak memiliki fasilitas yang dapat diunggulkan maka ini bisa menjadi bumerang. Oleh karena itu telitilah dalam memberikan harga.
Sumber: Rumah dan Properti

Sunday, July 7, 2013

Mengenal Lebih Jauh Bisnis Property



Dua Tujuan Investasi di Properti, Cash Flow dan Capital Appreciation
Salah satu alternatif investasi yang sudah terbukti sepanjang sejarah adalah property atau real estate. Ketika saya kuliah di tahun 1994-1998 aku punya seorang teman yang orangtuanya punya usaha kos-kos an. Tidak tau persis berapa jumlah kamar di tempat kos-kosan itu, namun Nampak kos-kosan itu cukup baik di kelola. Sebagian besar yang tinggal di situ adalah mahasiswa UPH (Universitas Pelita Harapan) dan sepertinya ada beberapa karyawan muda. Aku tidak tau persis apa kerjaan mereka, yang aku tau hanya mereka punya usaha kos-kos an. Dan sepengetahuanku, keluarga ini termasuk keluarga yang cukup berada di lingkungan kami.

Sekarang aku baru sadar, bahwa ternyata mereka berinvestasi property dengan tujuan Cash Flow. Setiap bulan mereka akan mendapatkan uang dari sewa kos-kos an itu. Coba bayangkan kalau di rumah itu ada 10 kamar (waktu itu aku ingat rumahnya tingkat dan di belakang cukup besar), dan setiap kamar membayar Rp 500,000,- saja. Maka dalam sebulan akan menghasilkan Rp. 5 juta

dikurangin biaya operasional misalnya Rp 500,000,- maka penghasilan bersih adalah Rp. 4.5 juta rupiah. Nah ini yang di sebut dengan Cash Flow. Setiap bulan mereka akan terima Rp 4.5 juta rupiah, dalam setahun Rp 54 juta rupiah. Biasanya harga akan terus naik dan berarti penghasilan juga akan naik setiap tahun, misalnya dari Rp 500,000,- per kamar menjadi Rp 1 juta per kamar dalam beberapa tahun, maka penghasilannya pun juga akan naik.

Berbeda dengan sebut saja Mr. J, yang aku kenal lewat salah satu seminar property. Mr. J membagikan pengalamannya tentang inveasti di property. Mr J biasanya membeli property (apartemen) yang baru di lauching atau di pasarkan. Dengan modal 10-20% dari harga apartemen, Mr J membeli apartemen pilihannya. Beruntung di Negara Mr J ini ada, ada kemungkinan bahwa pembeli hanya perlu membayar uang muka dan tidak akan membayar angsuran atau bunga dari pinjaman bank sampai apartemen ini jadi. Nah biasanya di

butuhkan 2-3 tahun untuk membangun apartemen tersebut. Ketika apartemen sudah mau jadi, biasanya harga akan naik, bahakn harga bisa naik cukup significant di saat saat apartemen mau jadi. Ambil contoh saja, untuk apartemen dengan harga 500 juta misalanya, Mr J harus membayar 50 – 100 juta sebagai uang muka dan setelah itu tidak perlu membayar lagi sampai apartemen jadi. Namun ketika 2 atau 3 tahun lagi apartemen itu jadi harga sudah menjadi naik misalnya 650 juta. Maka si Mr J ini akan menjual apartemen itu. Dengan bermodal 50 – 100 juta Mr J akan mengantongi keuntungan (650 – 500) = 150 juta atau kalau di persentasekan, 150%-300% dalam 2

atau 3 tahun. Sekarang aku baru itu itu yang namanya membeli property untuk tujuan capital gain. Demikian seterusnya Mr J ini menjadi seorang investor yang cukup handal di bidang properti

Nah, dari cerita cerita itu, palign tidak ada 2 tujuan orang berinvestasi di property: Cash Flow dan Capital Appreciation. Bisa juga tujuanny

a merukan kombinasi dari keduanya, namun biasanya jarang seperti itu, biasanya orang akan berfokus pada satu tujuan.

Langkah - Langkah Memulai Bisnis Properti Tanpa Modal




Pada dasarnya bisnis properti membutuhkan biaya yang sangat besar. Tetapi tidak semua orang memiliki uang yang cukup untuk memulai bisnis. Terdapat orang yang ingin memulai bisnis properti tetapi tidak memiliki uang yang cukup. Jika Anda adalah salah satu dari orang tersebut, Anda tidak perlu khawatir karena terdapat tips yang memandu untuk memulai bisnis properti tanpa modal.

Berikut ini tips memulai bisnis properti tanpa modal :
  1. Mencari rumah atau properti second.
    Mencari rumah atau properti yang tidak baru, properti yang sudah digunakan sebelumnya tetapi masih memiliki kondisi yang bagus.
  2. Mencari properti di lokasi strategis.
    Usahakan untuk mencari lokasi properti yang bagus dan mempunyai pertumbuhan atau pengembangan ke depan.
  3. Mencari properti yang memiliki arus kas dan di bawah harga pasar.
    Properti yang didalamnya ada bisnis, seperti : Rumah sewaan, kos-kosan yang sedang berjalan dan sudah ada penyewanya, gedung komersial yang sudah berjalan dan ada penyewanya, rumah yang ada bisnisnya (toko, warnet, laundry dll).
  4. Kerjasama dengan agen properti, teman dan relasi Anda untuk mendapatkan informasi rumah atau properti yang dipasang tulisan untuk di DIJUAL.
  5. Cari di  media lokal (koran, majalah, dsb) atau Internet.
    Cari bagian iklan baris yang menjual properti, fokuskan Anda mencari properti yang mempunyai arus kas dan harga di bawah pasar. Kata-kata kunci yang biasanya mengindikasikan properti murah dibawah harga pasar dan memiliki arus kas diantaranya adalah, dijual Butuh Uang (BU) atau dijual Cepat.
  6. Mengajukan pinjaman dana ke bank.
    Pinjaman dana tersebut Anda gunakan untuk menyewa sebuah bangunan atau rumah, kemudian bangunan tersebut Anda sewakan untuk kepentingan bisnis yang besar seperti mini market dan sejenisnya.
  7. Melakukan pemasaran/marketing online atau offline.
    Setelah memiliki properti yang diinginkan, Anda pasarkan via internet atau iklan baris di media cetak.
Bisnis properti adalah bisnis yang menjanjikan dan bisa mendatangkan keuntungan Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Saturday, July 6, 2013

Usaha Sewa Property Dengan Keuntungan Yang Besar









Jika Anda telah yakin ingin berinvestasi di sektor properti, kini mulailah dengan menentukan tipe investasi yang akan disewakan. Menurut Anda, sebaiknya memilih rumah kontrakan, rumah kos, ruko, kondominium, town house, kios, toko atau ruang kantor?

Pengamat properti Panangian Simanungkalit dalam bukunya 'Rahasia Menjadi Miliarder Properti mengatakan, setiap jenis properti sewa tersebut di atas memiliki karakteristik berbeda. Anda harus menyadari setiap pilihan properti sewa tidak menghasilkan keuntungan dalam waktu singkat. Misalnya, rumah kontrakan memiliki tingkat pengembalian rendah meskipun tingkat resikonya juga rendah. Namun, jenis properti ini membutuhkan pemeliharaan lebih rumit.

Tak hanya itu. Anda juga harus selektif saat mengizinkan penyewa menempati rumah kontrakan. Ruko dan rukan biasanya lebih aman kalau urusan manajemen dan operasional. Biaya pemeliharaan juga lebih rendah. Bahkan, bila Anda menemukan penyewa yang sangat membutuhkan ruko atau rukan, maka praktis biaya pemeliharaan tidak akan Anda keluarkan.

Keistimewaan jenis ruko atau rukan ialah pengembalian investasinya yang cepat. Namun, dengan catatan berada dalam lokasi strategis. Sementara, untuk kondominium dan town house, jika dilihat dari sisi investasi, memiliki risiko lebih besar meski tingkat pengembalian investasinya paling cepat. Bila dibandingkan dengan rumah kontrakan atau ruko dan rukan, investasi ini mengandung risiko kenaikan harga lebih tinggi. Peningkatan harganya sedikit lebih tidak pasti karena pasarnya relatif terbatas.

Sementara itu, untuk toko dan kios, apabila dilihat dari sisi investasi, berada pada resiko level tertinggi, terutama dalam hal pemilihan lokasi. Walau tingkat pengembalian investasinya tinggi, tapi bila lokasinya tidak menarik, tidak akan ada penyewanya.
Untuk mendatangkan keuntungan dari properti yang disewakan, Anda perlu memperhatikan hal-hal berikut ini:

  •     Hal pertama sebaiknya Anda lakukan adalah membuat estimasi nilai properti saat ini untuk membuat harga sewa yang pantas. Penghitungannya dapat mempertimbangkan nilai capital rate properti tersebut.
  •     Kedua, Anda harus memprediksikan tingkat kenaikan harga sewa properti dan nilainya untuk lima tahun ke depan.
  •     Ketiga, Anda juga harus memikirkan kapan menyewakan properti tersebut sebelum dijual, serta pikirkan pula hal-hal yang dibutuhkan dalam mengelola properti pada tahap tersebut.

Sukses Dengan Investasi Reksadana



Setiap manusia memiliki impian dan kebutuhan masa depan yang ingin diraih dan wujudkan, seperti rumah impian, kendaraan pribadi, pendidikan terbaik untuk si buah hati, jalan-jalan atau rekreasi di dalam negeri bahkan ke luar negeri, pensiun yang tenteram dan nyaman, mempertahankan gaya hidup setelah pensiun dan lain-lain.

Namun, harga-harga yang melambung tinggi yang tidak sepadan dengan kenaikan pendapatan ataupun tergerusnya uang di tabungan dikarenakan inflasi, kadang-kadang membuat semakin jauhnya harapan untuk meraih impian-impian tersebut.

Jadi, bagaimana solusi untuk mewujudkan impian-impian tersebut? Salah satunya adalah dengan menyiapkan dana khusus (jangan memakai dana darurat atau emergency fund) untuk diinvestasikan pada produk investasi yang dapat mengalahkan inflasi.

Salah satu kendaraan investasi yang dapat dipilih adalah reksa dana. Secara sederhana, reksa dana diartikan sebagai suatu wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi.

Mengapa memilih reksa dana? Banyak alasan untuk memilih reksa dana, di antaranya:

1. Dikelola secara profesional
Reksa dana dikelola oleh tim Manajer Investasi yang memiliki keahlian mengelola portofolio efek dan juga akses yang luas terhadap informasi pasar efek dari hasil penelitiannya sendiri ataupun informasi publik dari pihak ketiga.

2. Investasi yang terjangkau
Pada umumnya, minimum investasi awal reksa dana berkisar antara seratus ribu sampai jutaan Rupiah, tergantung dari jenis reksa dana yang dipilih. Jadi, pemodal dapat memulai berinvestasi tanpa harus mengumpulkan dulu modal yang besar.

3. Diversifikasi investasi dan alokasi aset
Karena merupakan kumpulan atau portofolio efek, investasi pada reksa dana cukup terdiversifikasi. Pemodal dapat memilih jenis reksa dana yang cocok untuk penerapan alokasi aset dan sesuai dengan profil risikonya. Contoh, bagi seorang yang agresif atau risk taker, dapat mengalokasikan sebagian besar portofolionya pada reksa dana saham, dikombinasikan dengan jenis reksa dana lainnya. Seorang dengan profil moderat dapat memilih sedikit reksa dana saham, porsi yang lebih besar pada reksa dana pendapatan tetap maupun campuran. Bagi seorang konservatif, dapat memulai berinvestasi pada produk reksa dana pasar uang terlebih dahulu. Namun sebagai pedoman, ingatlah selalu, high risk high return
.

4. Kemudahan Administrasi
Pemodal cukup melakukan pembelian Unit Penyertaan reksa dana melalui Manajer Investasi ataupun Agen Penjual, tanpa administrasi yang rumit. Pemodal akan terbebas dari kebutuhan untuk melakukan penelitian, analisis pasar dan pekerjaan administratif, yang mana hal-hal tersebut harus dilakukannya sendiri apabila Pemodal berinvestasi langsung di pasar modal.

5. Tingkat likuiditas tinggi
Pemodal dapat setiap saat menjual kembali Unit Penyertaannya kepada Manajer Investasi.

6. Transparansi
Perkembangan harian Nilai Aktiva Bersih reksa dana dapat diakses melalui surat kabar maupun situs beberapa Manajer Investasi. Pemodal juga dapat mencari data-data reksa dana dan Manajer Investasi di website Bapepam & LK.


Berikut adalah tips dalam berinvestasi di reksa dan
  • Tentukan tujuan keuangan/kebutuhan yang ingin dicapai
  • Ketahui jangka waktu yang diperlukan untuk mencapai tujuan keuangan tersebut
  • Pastikan besarnya dana yang sanggup disisihkan setiap bulannya
  • Ketahui profil risiko dan kesanggupan untuk menerima fluktuasi pasar
  • Tentukan aset alokasi yang bisa memenuhi kebutuhan dan profil risiko
  • Memilih produk reksa dana yang tepat
  • Berinvestasi secara konsisten dan teratur
  • Pantau kinerja investasi produk secara berkala. Lakukan evaluasi dan bila diperlukan lakukan re-balancing
  • minimal 1 tahun sekali, agar tetap sesuai dengan tujuan investasi.

Penting untuk diingat, pemodal wajib membaca prospektus reksa dana, khususnya bagian mengenai tujuan dan kebijakan investasi, faktor-faktor risiko yang utama dan mengenai Manajer Investasi, sebelum memutuskan untuk membeli Unit Penyertaan reksa dana tersebut.

Agar investasinya dalam reksa dana dapat berkembang optimal, para pemodal disarankan berinvestasi untuk jangka panjang. Walaupun kemudian terjadi fluktuasi yang kadang sangat drastis dalam kurun waktu tersebut, namun dalam rentang waktu yang panjang dapat terlihat proses pengembangan dana pemodal. Kunci utama dalam berinvestasi adalah lakukan secara teratur, konsist
en dan berkesinambungan. Mulailah berinvestasi sekarang! Semakin cepat memulai, semakin cepat berkembang hasil investasinya.

Thursday, July 4, 2013

Tips Investasi Saham Murah dan Menguntungkan



Tidak bisa dipungkiri, gaya hidup masyarakat moderen, seperti jalan-jalan di mall, shopping, dan belanja gadgets adalah aktivitas yang sangat menyenaangkan. Berbagai hiburan di mall, gadgets, kuliner, dan fashion sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kelas menengah ke atas.

Tidak jarang kita membeli sesuatu/merogoh kocek, bukan karena kita membutuhkannya namun untuk memenuhi keinginan kita untuk bersenang-senang. Sebenarnya, hal itu sangat wajar, setelah seminggu beraktivitas, orang cenderung untuk menghibur diri bersama keluarga.

Namun yang menjadi permasalahan adalah, ketika kita bersenang-senang kita lupa mengalokasikan sebagian uang untuk dana cadangan dan berinvestasi.

Banyak orang yang beralasan bahwa berinvestasi itu sulit, apalagi berinvestasi saham, tinggi imbal hasil namun tinggi resiko. Selain itu, banyak orang menunda berinvestasi karena kendala modal, tidak punya uang untuk diinvestasikan.

Benarkah investasi saham demikian mahal dan sulit? Mari kita simak.

Warren Buffett mengatakan bahwa memilih perusahaan untuk berinvestasi itu tidak perlu berbelit-belit. Cukup pilih bidang usaha yang kita pahami, dan sederhana, dan seringkali nampak di sekitar kita.

Sebagai contoh, Buffett memilih berinvestasi di perusahaan minuman Coca Cola, dan juga koran Washington Post, yang mempunyai sistem bisnis sangat sederhana. Ia membeli saham-saham dari perusahaan tersebut dan minyimpan dalam waktu berpuluh-puluh tahun.

Meskipun kita tidak berinvestasi dengan rentang waktu selama Warren E Buffett berinvestasi, namun kita tetap dapat menggunakan prinsip tersebut untuk trading semi investasi, yaitu dengan rentang waktu beberapa bulan.

Bagaimana memilih perusahaan yang bertumbuh untuk trading semi investasi, atau investasi jangka pendek ? Anda juga bisa memilih perusahaan yang ada di sekitar Anda, sistem bisnis sederhana, dan dibutuhkan oleh orang banyak. Biasanya perusahaan-perusahaan tersebut tumbuh secara konsisten karena produk barang dan jasanya dibutuhkan orang banyak.

Anda juga bisa memilih perusahaan yang ada di sekitar Anda, sistem bisnis sederhana, dan dibutuhkan oleh orang banyak. Seperti saya tweet beberapa hari yang lalu, setelah banjir, kebutuhan air minum kemasan cenderung meningkat, saham ADES pun naik 25% dalam beberapa hari saja. Perusahaan air minum kemasan lainnya berkode ALTO, PT Tri Bayan Tirta Tbk pun mengalami lonjakan harga saham.

Selain itu, Anda tidak membutuhkan modal besar untuk dapat meraih untung dari saham. Sebagai contoh, jika Anda suka berbelanja perkakas di gerai ACE Hardware, pernahkah terpikir untuk memiliki gerai yang begitu ramai dikunjungi masyarakat kelas menengah ke atas setiap akhir pekan ini?

Saham Ace Hardware berkode ACES. Saham ACES naik 97,5% sejak Januari 2012 di harga Rp 4.150 sebelum stock split atau setara Rp 415 per lembar saham untuk saat ini, dan hingga akhir tahun 28 Desember 2012, harganya mencapai Rp 820 per lembar sahamnya.

Jika Anda beli 1 lot (500 lembar)saham ACES pada Januari 2012, hanya butuh Rp 2.075.000 per lotnya (sebelum stock split, dan di akhir tahun menjadi Rp 4.306.030,- untung sekitar 97,5% (belum dipotong fee dan pajak).

Suka belanja gadget terbaru? Boleh-boleh saja, tapi coba saja bagaimana jika Anda berinvestasi pada saham Eraphone penyalur HP dan gadget, berkode ERAA pada tahun 2012. Pada 2 Januari 2012 saham ERAA dibuka seharga Rp 1.000 per lembar saham.

Kemudian saham ERAA mengalami pertumbuhan sebesar 195% dalam setahun dan ditutup di level harga Rp 2.950 di akhir tahun 2012. Jika Anda membeli saham ERAA di awal tahun 2012 Anda hanya butuh Rp 500.000 untuk membeli per lot saham, dan uang Anda menjadi Rp 1.475.000.

Coba berkeliling di sekitar kota Jakarta saat ini menjamur proyek bangunan, intip apa nama kontraktornya? Nama WIKA/PT Wijaka Karya atau ADHI/PT Adhi Karya sering Anda jumpai pada proyek bangungan kota Jakarta? Mengapa tidak coba beli sahamnya?

WIKA di awal tahun 2012 harganya Rp 610 per lembar saham dan ditutup di level Rp 1.480 per lembar saham pada 28 Desember 2012. Jika Anda beli 1 lot saham WIKA pada 2 Januari 2012, Anda hanya butuh uang Rp 305.000 per lotnya, dan di akhir tahun uang Anda menjadi Rp 738.100 atau 142%!

Sedang flu? Sering belanja obat-obatan ke Kimia Farma? Coba beli sahamnya juga (KAEF). Saham KAEF / Kimia Farma dari awal tahun 2012 harganya Rp 330 per lembar saham, kemudian ditutup di level harga Rp 740 per lembar saham pada 28 Desember 2012.

Jika Anda berinvestasi saham KAEF pada awal tahun 2012 hanya butuh uang Rp 165.000 untuk membeli 1 lot saham, dan pada akhir tahun 2012 uang Anda menjadi Rp 370.000 alias bertumbuh 124%.

Nah, apa pembelajaran dari contoh-contoh saham di atas? Coba baca ulang lagi dan silakan ambil kesimpulan. Kesimpulan yang pertama, membeli saham yang berkinerja bagus tidak harus melulu butuh uang besar. Bahkan hanya dengan beberapa ratus ribu rupiah saja, Anda bisa memperoleh saham yang memberi imbal hasil puluhan sampai dengan ratusan persen.

Masih beralasan tidak punya uang untuk berinvestasi? Ayo mulai sisihkan uang saku / gaji untuk investasi. Investasi saham bisa dimulai dari modal kecil dari Rp 1 juta bahkan beberapa ratus ribu rupiah saja.

Kesimpulan kedua yang saya ambil adalah, tidak perlu njelimet dalam memilih saham. Bagaimana caranya? Jika Anda ingin berinvestasi saham, contek tips Buffet yang satu ini: cari saham yang bisnisnya sederhana! Apa sih bisnis yang sederhana itu ? Bisnis yang sederhana adalah bisnis yang Anda ketahui sistemnya dengan baik.

Bisnis ritel seperti penjualan perkakas, pakaian, minuman, konstruksi/bangunan, jalan tol, adalah contoh bisnis yang simpel. Warren Buffet memilih Coca Cola karena bisnisnya sangat sederhana dan mudah dipahami sistemnya.

Selain memilih bisnis yang simple/sederhana, carilah sektor yang dibutuhkan oleh orang banyak. Misalnya, sektor farmasi, consumer goods (bahan pangan, kebutuhan sehari-hari), dan juga sektor infrastruktur. Pembangunan terus berlanjut, sektor infrastruktur semakin dibutuhkan, antara lain jalan tol dan juga menyangkut produk bangunan.

Industri bahan bangunan (semen) sangat terkait dengan sektor infrastruktur dan properti. Beberapa contoh perusahaan semen adl Indocement/INTP, SMGR/Semen Indonesia, dan SMCB/Holcim. Beberapa contoh perusahaan konstruksi adalah WIKA/Wijaya Karya, ADHI/Adhi Karya, dan PTPP. Contoh perusahaan infrastruktur/jalan tol adalah JSMR (Jasa Marga).

Tidak perlu ribet dalam memilih saham untuk investasi. Lihat sekeliling Anda, produk apa yang sangat dibutuhkan masyarakat? Investasi saham tidak hanya untuk kalangan atas, mahasiswa dan karyawan juga bisa menikmati manisnya. Anda bisa berinvestasi saham dengan modal kecil. Banyak saham bagus yang per lotnya hanya seharga Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.

Saham-saham yang saya sebut dalam artikel ini bukanlah sebuah rekomendasi beli atau jual, melainkan rangkuman/review dari pertumbuhan harga saham yang bersangkutan pada sepanjang tahun 2012. Nah demikian sharing saya tentang mudah dan murahnya berinvestasi saham. Semoga bermanfaat dan salam profit.

Wednesday, July 3, 2013

Menjadi Pengusaha Sukses Dengan Wiraswata Berbahan Baku Kulit Jagung



Siapa sangka, kulit jagung yang sepintas tidak berharga bisa menjadi hiasan cantik menarik dan memiliki nilai jual ekonomis. Di tangan Safni Yeti, kulit-kulit jagung itu bisa dimodifikasi menjadi hiasan cantik, misalkan saja bros dan rangkaian bunga dan lain-lain.

Barang-barang cantik itu, harganya sangat ekonomis, hanya berkisar Rp 5.000 hingga Rp 50.000 saja untuk masing-masing produk.

"Kisaran harganya dari Rp 5.000 sampai Rp 50.000. Paling murah bros dan paling mahal rangkaian bunga untuk di ruang tamu," kata Safni saat ditemui detikFinance, di acara Pameran Inacraft 2013, JCC, Kamis (25/4/2013).

Usaha yang telah dirintis Safni dari tahun 2008 itu, terinspirasi dari tangan-tangan kreatif warga Jepang yang mampu membuat rangkaian bunga indah. "Orang Jepang kan paling bisa itu bikin rangkaian bunga. Kita kan sering lihat di TV, ya terinspirasi dari situ," katanya.

Proses pembuatan hiasan-hiasan ini juga sangat mudah, cukup menyediakan bahan baku yang tersedia dan ketelatenan untuk merangkainya.

"Prosesnya ya nggak susah. Kulit jagung dikeringkan dulu, kemudian diproses dan diwarnai habis itu dikeringkan lagi dan dibentuk sedemikian rupa dengan modelnya, jadilah seperti ini. Bunganya beda-beda ada tulip, anggrek, mawar, matahari, sedap malam. Biasanya untuk hiasan ruang tamu," terangnya.

Biasanya, permintaan meroket saat mendekati Lebaran atau hari-hari besar keagamaan. Bahkan, dia mengaku bisa meraup omzet hingga Rp 50 juta per bulan dengan jualan produk-produknya ini.

"Mendekati Lebaran, Natal atau Hari Raya keagamaan biasanya ramai. Omzet bisa sampai Rp 50 juta per bulan. Bahan baku diambil dari daerah Malang, Nganjuk, dan Kediri," ujarnya.

Ia menambahkan, produk-produknya tidak hanya laku di Indonesia saja, seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali, namun mampu menembus negara ekspor seperti Amerika dan Italia, Eropa di tahun lalu.

"Kebetulan kerjasama dengan orang furnitur di sana, kita bikin hiasannya. Biasanya pesanan kita lewat online," kata Safni.

Untuk info lebih lanjut :

Safni Yeti

Rungkut Barata XX/8
Surabaya 60293
Email : putripsk@yahoo.com

Menjadi Wiraswata Sukses Dari Limbah Tebu



Pasuruan - Apa yang dipikirkan banyak orang tentang ampas atau limbah tebu? Dibuang, dibakar, atau dijadikan penyulut api untuk kayu bakar. Namun bagi Aris Jayadi, buruh pabrik asal Desa Kepulungan, Gempol, Pasuruan, limbah tebu tak berakhir jadi sampah terbuang percuma.

Di tangan kreatif lajang berumur 27 tahun yang juga seorang mahasiswa ini, limbah tebu disulap menjadi hasil kerajinan yang bernilai tinggi, seperti lampion, tempat pulpen, asbak, handphone, hingga tempat tisu. Bahkan dari limbah tebu bisa dibuat plafon rumah.

Mengagumkan, hasil karya Aris memang terlihat cantik dan unik, serta bernilai ekonomi tinggi. "Untuk lampion saya jual Rp 70-100 ribu per unit, alat-alat tulis kisaran Rp 30-50 ribu, plafon Rp 100 ribu per meter," kata Aris berbincang dengan detikFinance di rumahnya, Pasuruan, Sabtu (18/5/2013).

Aris tak segan membeberkan proses kreatifnya. Limbah tebu yang sudah digiling dijemur hingga bau tak sedap dan jamurnya hilang. Setelah kering, digunting ukuran kecil hingga menyerupai serbuk. Kemudian ditempelkan dengan lem model perkakas yang diinginkan.

"Bisa ditempelkan ke asbak, tempat tisu dan lain-lain. Mudah kok," ujarnya sembari tersenyum.

Aris menuturkan, ide kreatif itu muncul karena sering melihat tumpukan limbah tebu di depan kios penjual es tebu yang banyak terdapat di tepi jalan. Ia berpikir bagaimana cara memanfaatkan limbah tebu.

"Setiap pulang dari pabrik saya coba-coba. Akhirnya seperti sekarang," imbuh Aris.

Kini, kerajinan karya pria lajang ini sudah dikenal luas. Pesanan demi pesanan pun datang kepadanya. Karyawan pabrik yang dulu sering kebingungan biaya kuliah ini mulai menikmati buah kreatifitasnya.

Google
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More