This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Wednesday, December 9, 2015

Penghasilan besar dari bisnis masakan ramen super pedas



Setiap dunia usaha memiliki suatu permasalahan yang harus selalu dihadapi, dibidang apapun pengusaha tersebut terjun. Justru dari berbagai tantangan permasalahan tersebut setiap pengusaha akan belajar bagaimana menyelesaikan permasalahan tersebut.

Suatu posisi yang naik turun mungkin sudah biasa bagi setiap pengusaha. Hal ini jugalah yang pernah dirasakan oleh duo pengusaha yaitu Kharisma Gandhi ( 28 ) dan yakub Raditya Bahri ( 27 ), dua sahabat karib ini adalah pengusaha kedai ramen yang berlokasi di Bandung Jawa Barat. Produk masakan ramen dari duo pengusaha ini memiliki keunikan, yaitu mempunyai tingkat kepedasan yang bervariasi, dan bahkan tingkatan kepedasannya mencapai lebih dari 100 leveldan disebut dengan ramen pembakar lidah.

Dua orang pengusaha ini memulai membuka kedai ramen ini pada tanggal 12 Juli 2010. Mulanya usaha ini berawal dari Radit yang bermain ke ruman Gandhi. Pada suatu ketika mereka berdua merasa lapar dan ingin menyantap makanan, akan tetapi pada saat itu hujan begitu lebat dan dingin , mereka berdua pun malas untuk keluar. Radit pun memberi ide untuk memasak dirumah saja, karena Radit tahu kalau Gandhi juga hobi masak.

Gandhi pun menyetujuinya. Awalnya Gandhi hanya ingin memasak mie instan yang lebih praktis dan mudah, akan tetapi mereka beranggapan kalau menu tersebut terlalu biasa merekapun mencoba memikirkan ide masakan lain.

Gandhi pun terpikirkan untuk membuat masakan ramen mengingat dia masih memiliki stok bahan pembuat ramen dirumahnya, Radit pun menyetujuinya. Segera Gandhi pun membuat masakan ramen dan beberapa waktu kemudian ramen pun siap dan dihidangkan, mereka berduapun menyantap ramen tersebut dengan lahap dan menghabiskannya.

Radit pun memuji masakan Gandhi dan menurutnya masakan Gandhi ini lezat dan layak untuk dijual direstoran"Enak ramennya. Mengapa nggak sekalian kamu jualan ramen saja?” komentar Radit seperti dikutip dari myoyeah, Selasa (17/2/2015)

Pada mulanya Gandhi hanya menganggap ucapan tersebut sebagai guyonan, tapi Radit menyatakan bahwa ucapannya tersebut serius.

Gandhi pun memikirkan serius ide tersebut. setelan ngobrol dan berdiskusi akhirnya mereka berdua pun sepakat untuk patungan dan membuka usaha kedai ramen, yang kemudian kedai ramen tersebut mereka beri nama Kumaramen.

Ketika awal menjalankan usaha merekapun langsung mendapat cobaan, ketika suatu ketika kedai beserta peralatan masak  yang mereka parkir dipinggir jalan tak jauh dari rumah Gandhi diangkut oleh polisi pamong praja kota Bandung.

“Waktu itu sempat down juga. Usaha baru mulai sudah dapat cobaan seperti ini. Tapi tidak kepikiran untuk berhenti dari usaha ini sih. Sebab, orangtua selalu bilang kalau ada masalah harus dihadapi. Tidak boleh menyerah dan tidak boleh kabur dari masalah. Lebih baik gagal mencoba daripada hidup tapi tak pernah mencoba. Itu pelajaran dari orang tua yang saya pegang,” kata Gandhi.

Perlahan mereka mulai bangkit dan kembali membangun bisnis tersebut. Mereka membeli kembali gerobak serta berbagai peralatan memasak, dan memindahkan lokasi berjualannya di halaman depan rumah orang tua Gandhi

Perlahan demi perlahan usaha kedai ramen merekapun mulai ramai. sebagai strategi promosi merekapun mencoba ide yang unik yaitu dengan membuat sebuah kompetisi dimana bagi pembeli yang dapat menghabiskan ramen pada level kepedasan tertentu, pelanggan tersebut tidak usah membayar.

Ide tersebut ternyata sangat berhasil dimana banyak orang yang penasaran dan datang untuk mencoba tantangan tersebut. Ada beberapa pelanggan yang berhasil dengan tantangan tersebut, yaitu diatas level 100 tapi banyak juga yang gagal.

Banyak pelanggannya yang mencoba mencicipi ramen dengan tingkat level kepedasan diatas 100, merekapun merasakan lidah mereka seperti terbakar, hal ini justru menjadi kunci sukses untuk menarik lebih banyak pembeli.

Saat ini Kumaramen sudah mempunyai 2 kedai yaitu di daerah Cimanuk dan Cipaganti. Mereka tidak mengatakan berapa omzet per bulan untuk kedua gerai tersebut. Tapi untuk gerai Cimanuk menjual sekitar 50 mangkuk per hari, sedangkan Cipaganti 30 mangkuk angka pembelian berkisar Rp 25 ribu-Rp 30 ribu per pelanggan.

Mendekati tahun kelima ini, bisnis Kumaramen relatif stabil, meskipun masih ada beberapa kendala.

Menurut Gandhi, mempertahankan sumber daya manusia adalah kendala pertama. Karyawan kadang masuk dan keluar yang membuat dirinya harus sabar memberi pelatihan kepada karyawan baru agar standar sistem bisa dijalankan dengan baik

Kendala kedua adalah masalah harga bahan untuk ramen mereka. Beberapa bahan ramen Kumaramen masih didatangkan dari Jepang, agar rasanya mendekati rasa ramen di Jepang. Naiknya beberapa bahan ramen yang mereka gunakan berpengaruh terhadap pengeluaran dan pemasukan mereka. Dua kendala ini yang kadang menggangu bisnis dari Kumaramen.

Meski ada kendala yang menghadang, tapi Gandhi dan Radit tak ingin menyerah. Saat mulai usaha pun mereka sudah mendapat cobaan yang cukup berat dan bisa melaluinya. Mereka pun yakin bahwa kendala yang lain bakal bisa mereka lewati.

Sumber artikel : www.detik.com

Tuesday, December 8, 2015

Memiliki penghasilan besar sampai 70 juta/bulan dari bisnis restoran truck




Restoran dengan menu masakan Jepan tentu sudah banyak di temui di Indonesia, akan tetapi layanan dan penjualan masakan Jepang dengan menggunakan truk atau yang disebut dengan Food Truck masih jarang di jumpai.

Salah satunya adalah Foodstopindo, dimana masakan khas Jepang dipasarkan dan dapat dinikmati dengan nuansa yang berbeda, yaitu dengan menggunakan konsep food truck.

Tak lagi hanya di restaurant makanan jepang dapat dinikmati di ruang terbua, seperti di taman, tempat hiburan, tempat nongkrong, pinggir pantai dan berbagai tempat lainnya.

Foodstopindo akan memasarkan masakannya secara berkeliling ke berbagai tempat sehingga lebih praktis dan menjangkau berbagai kalangan masyarakat, sehingga lebih memudahkan para konsumennya.

Restoran truck Foodstopindo ini memilih menggunakan mobik jenis Volkswagen (VW) tahun 1980, dimana mobil ini domodifikasi sedemikian rupa hingga bernuansa jepang.

Dari keterangan pelaku usaha ini, modal awal dari usaha ini di kisaran Rp. 100 juta, untuk pengadaan mobil, melakukan modifikasi serta pengadaan berbagai peralatan serta bahan lainnya.

Ide ini didapat ketika pengusaha foodtruckindo ini jalan - jalan ke Jepang dan melihat adanya food truck masakan jepang di negeri sakura tersebut akhirnya ia pun memutuskan untuk membuka resoran konsep food truk Jepang tersebut di Indonesia.

Bisnis ini dimulai pada awal tahun 2013,, hingga kini Foodstop indo memiliki 2 buah mobil untuk melayani para konsumen di daerah Jakarta dan bandung. Harga menu yang ditawarkan di kisaran Rp 20.000 sampai dengan Rp 35.000 untuk setiap menunya.

"Harga Rp 35.000, paling murah Rp 20.000. Yang paling murah ada French friessama chicken karage. Kalau yang Rp 35.000 ada beef donburi, chicken teriyaki, dori teriyaki," sebut dia.

Pemilik dari restauran foodstopindo ini sekarang mampu meraup omzet hingga Rp 70 juta per bulan.

Foodstopindo tidak memiliki outlet di mana pun kecuali 2 food truck yang berada di acara-acara. Food truck mereka dapat ditemukan pada M3 Car wash, Taman Ratu, mulai Jam 6 sore.

"Menu lengkapnya bisa dilihat di Instagram, Facebook, Twitter, namanya Foodstopindo," ujar Aldy.

Sumber artikel : www.detik.com

kisah sukses pengusaha muda dari bisnis nugget jamur




Dalam dunia bisnis ada beberapa strategi yang harus diterapkan untuk mencapai suatu target kesuksesan , dua diantaranya adalah membuat suatu produk dengan harga semurah mungkin, atau kedua yaitu dengan membuat produk yang berbeda dengan produk lain.

Ada banyak sekali pengusaha sukses dengan menerapkan dua strategi tersebut. Khusus dari produk inovasi sudah banyak sekali wirausaha yang sukses dari strategi ini.

Salah satunya adalah pengusaha muda Gracia Puspita Suciono, pengusaha muda yang berumur 26 tahun ini sukses dengan produk nugget jamurnya yang dilabeli merk Hiratake Chess Nugget.  Yang menjadi inovasi dari nugget ini adalah bahan dasarnya, yaitu kalau nugget pada umumnya menggunakan bahan dasar ayam, maka berbeda dengan inovasi yang dilakukan Gracia, yaitu menggunakan jamur tiram sebagai bahan dasarnya.

Dari keterangan yang didapat alasan menggunakan bahan dasar jamur tiram adalah karena bahan ini lebih sehat dan dapan dikonsumsi oleh berbagai kalangan bahkan oleh vegetarian. selain tanpa menggunakan daging nugget ini juga tidak menggunakan pengawet dan tanpa vetsin sehingga lebih menyehatkan.


“Kita memang memproduksi nugget untuk memenuhi pola hidup sehat. Makanya kami tidak menggunakan pengawet dan vetsin,” kata Gracia seperti dikutip dari myoyeah, Jumat (19/6/2015).

Wanita muda ini memulai bisnis nugget ini sekitar empat tahun lalu yaitu pada tahun 2011, dimana pada awalnya Gracia dibantu  sang ibu yang hobi masak ingin membuat suatu inovasi pada suatu produk makanan agar lebih sehat namun juga enak untuk disantap, dari beberapa kali melakukan percobaan akhirnya berhasil dibuat nugget dengan bahan jamur tiram. Dari iseng untuk dimakan sendiri, akhirnya terpikir oleh wanita muda ini untuk menjual produk makanan tersebut. 

Awalnya Gracia memasarkan produknya ini sebagai bisnis sampingan karena waktu itu masih sebagai karyawan sebuah perusahaan. Pembelinyapun masih seputar kerabat dekat dan teman - temannya sendiri. Setelah menikah Graciapun memutuskan untuk berhenti sebagai karyawan kantoran dan dia pun lebih fokus mengembangkan bisnis ini.Langkah awal yang ditempuh adalah dengan meningkatkan kapasitas produksi dari usahanya tersebut.

Gracia pun mengangkat beberapa karyawan, dimana sampai saat ini memiliki 13 karyawan, produksi nugget jamurnya pun mencapai 6 ton perbulan dengan omset mencapai Rp 100 juta perbulan. Pangsa pasarnya pun semakin melebar dimana pada awalnya yang hanya dipasarkan di sekitar jabodetabek , sekarang sudah merambah ke luar jawa seperti pontianak dan bangka belitung. 

Saat ini Gracia berusaha untuk memasarkan nugget jamur ini sampai ke luar negeri dimana target awalnya adalah memasarkan ke Singapura dan Malaysia, dan dalam 2 bulan tersebut dia menargetkan rencana tersebut terealisasi. Dari info yang didapat beberapa partner distributornya bahkan sudah mengirimkan produk ini sampai Malaysia.

Seperti wirausaha lainnya, menurut ceria dari pengusaha muda ini, usaha yang dirintisnya ini bukannya tanpa berbagai rintangan pada awalnya, salah satunya sulitnya mensosialisasikan kepada distributor dan para pelanggannya, terutama mengenai manfaat kesehatan, tanpa pengawet serta hal mengenai ketahanan produk ini.

" Produk nugget jamur ini sebenarnya bisa disimpan sampai enam bulan lamanya, akan tetapi harus dengan cara penyimpanan yang benar, yaitu dengan menyimpan nugget jamur ini di dalam freezer, kalaupun tidak dalam freezer maka masa simpannya akan pendek" tambah Gracia

Gracia pun menyimpulkan bahwasannya sosialisasi serta pengertian baik oleh distributor maupun konsumennya menjadi faktor penting dalam kesuksesanya ini.

Sosialisasi dan edukasi mendalam terhadap produk nugget jamur ini menjadi tantangan tersediri kedepannya ketika pangsa pasarnya sudah mencapai pasar internasional, namun pengusaha muda ini sangat optimis bisa melakukannya untuk mengembangkan usahanya.

sumber : www.detik.com

Google
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More