This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Invest. Show all posts
Showing posts with label Invest. Show all posts

Wednesday, July 10, 2013

Memilih Forex Sebagai Investasi



Secara gampang, investasi merupakan suatu bentuk aktiva dengan harapan mendapat keuntungan pada masa depan. Dengan kata lain, investasi adalah pembelian/produksi dari kapital yang tidak dikonsep, tetatpi digunakan untuk masa yang akan datang dengan harpaan mendapatkan keuntungan. Mungkin yang paling mudah adalah investasi tanah. Kita membeli tanah dan kita jual kembali beberapa tahun kemudian, dengan harapan harga tanah akan naik sehingga kita mendapatkan selisih harga yang menguntungkan.

Investasi pada dasarnya dibagi menjadi dua, yaitu investasi real asset dan financial asset. Contoh di atas termasukinvestasi sektor real, yaitu kit amenginvestasikan aset dapam bentuk real/sektor real. Jika anda mengubah uang anda dalam bentuk "nyata", misalnya dalah bentuk tanah, emas, atau ruko, dengan harapan akan mendapat harga yang abgus pada masa depan, maka di katakan anda berinvestasi pada sektor real. Sementara, financial asset adalah jika anda mengikatkan aset anda dalam sektor financial seperti saham, obligasi, reksadana, forex, asuransi, dan sebagainya.

Dalam pembahasan sekilas di atas, kita tahu bahwa forex merupakan investasi yang tergolong  financial asset.  Apa kelebihan Forex di bandingkan dengan investasi lainnya baik sektor real maupun sektor non real?

Beberapa keuntungan Forex sebagai investasi dibandingkan dengan investasi lainnya adalah sebagai berikut:
  1. BEP yang cepat dan keuntungan yang tinggi
    Semua tergantung pada kemahiran investor itu sendiri. Dengan uang $100 Amerika, anda bisa mendapatkan $100 dalam setiap bulan, tergantung pada kemampuan anda dalam berinvestasi di Forex. Sangat jarang terjadi, investasi sektor real dengan modal murah tetapi memiliki potensi keuntungan yang tinggi. Namun, investasi Forex bisa melakukannya.
  2. Kapan saja dan di mana saja Anda dapat melakukannya
    Dengan adanya perkembangan teknologi, perdagangan Forex bisa di lakukan kapan pun dalam rentang waktu 1 x 24 jam, dari Senin sampai Jumat, asal anda bisa terhubung dengan internet
  3. Tidak memerlukan karyawan atau pegawai yang harus di gaji
    Anda bertindak aktif sebagai investor sendiri. Karena kemudahannya, forex bukanlah suatu investasi yang padat karya, yang memerlukan karyawan banyak, cukup  anda sendiri meluangkan waktu dan tenaga
  4. Likuiditas tinggi
    Uang yang beredar amat banyak serta pemain yang amat banyak di berbagai negara menyebabkan setiap transaksi yang anda lakukan berhasil sehingga akan menambah likuiditas dari pasar
  5. Adanya demo akun
    Sebelum anda berinvestasi real, anda bisa melakukan demo dengan akun bohongan alias bukan akun beneran. Dengan membuka akun demo, anda bisa melakukan latian dengan disiplin tinggi, dan tidak buru buru untuk mendapatkan hasil yang baik dan konsisten
  6. Leverage yang beragam
    Leverage atau daya ungkit Forex mulai dari 1:1 sampai dengan 1:500, sehingga modal yang di perlukan bisa relatif lebih kecil
Sumber: Forex trading tanpa modal, Arief Setiawan

Tuesday, July 9, 2013

Tips Dalam Memilih Reksa Dana Yang Tepat



Dalam memilih Reksa Dana yang tepat bagi investor individu harus memperhatikan hal ‐ hal berikut ini :
1. Kredibilitas dari Perusahaan Manajer Investasi (MI) yang mengelola Reksa Dana.
Adalah hal yang penting bagi investor individu untuk mengetahui kredibilitas dari Perusahaan MI, dengan kredibilitas yang baik dari perusahaan MI tersebut maka setidaknya ada ketenangan di hati investor individu dalam menempatkan dananya di Reksa Dana yang dikelola oleh perusahaan MI tersebut.
2. Besarnya total dana kelolaan perusahaan MI yang bersangkutan.
Besarnya dana kelolaan dari perusahaan MI juga mencerminkan kepercayaan dari masyarakat baik perorangan maupun institusi kepada perusahaan MI tersebut dalam mengelola dana yang dipercayakan kepada mereka. Bagi investor individu hal ini akan meningkatkan kepercayaan dan ketenangan dalam menempatkan dana ke dalam Reksa Dana yang dikelola MI tersebut.
3. Profil dan track record dari Tim Investasi yang mengelola Reksa Dana
Profil dan track record yang baik dari Tim Investasi Reksa Dana yang bersangkutan sangat penting karena merekalah    yang setiap hari melakukan pengaturan komposisi portfolio sesuai tujuan investasi dari Reksa Dana yang dikelola untuk mencapai hasil (return) yang optimal di atas benchmark Reksa Dana tersebut.
4. Kinerja Reksa Dana selama 3 ‐ 5 tahun ke belakang
Disaat kondisi ekonomi bagus, adalah hal yang biasa jika memperoleh return saat kondisi ekonomi bagus. Masalah besar kecilnya return hanya lebih kepada seberapa berani manajer investasi mengambil resiko saat itu.Yang penting adalah bagaimana produk itu bisa memberikan keuntungan atau setidaknya bertahan (tidak rugi) saat terjadi kondisi yang tidak diinginkan.
Disarankan untuk menempatkan di Reksa Dana yang memberikan hasil yang stabil selama    3  ‐  5 tahun ke belakang. Karena ini menunjukkan tingkat ke‐agresifan dari Tim Investasi Reksa Dana tersebut.  Jika hasilnya sangat fluktuatif maka tingkat ke‐agresifan dari Reksa Dana tersebut tergolong tinggi.
Atau sesuaikan dengan profil resiko dari investor individu yang bersangkutan, bila profil resiko dari investor menunjukkan bisa menerima tingkat resiko yang tinggi maka tidak ada salahnya juga untuk investasi di Reksa Dana yang agresif.
5. Bacalah dengan seksama prospektus, teliti komposisi portofolio Reksa Dana
tersebut dan sesuaikanlah dengan profil resiko investor. Jangan terkecoh oleh prospektus‐prospektus menyesatkan. Ada istilah reksadana fixed‐income, pengertiannya tidak berarti anda akan mendapatkan fixed‐income dan tidak akan bisa mengalami kerugian. Istilah ini sering menyesatkan orang awam.
Baca dan analisa komposisi portfolio Reksa Dana tersebut di dalam prospektus dan sesuaikan dengan profil investasi investor individu yang bersangkutan Setiap bulan Manajer Investasi akan membuat Factsheet dari Reksa Dana yang dikelolanya, dari Factsheet tersebut kita bisa   melihat apakah ada   perubahan komposisi portfolio agar anda bisa menyesuaikan kembali tujuan investasi semula. Atau investor juga bisa menelepon langsung ke Manajer Investasi di hari kerja untuk mendapatkan informasi dan komposisi terbaru dari Reksa Dana yang dikelola.
6. Fleksibilitas dalam hal penempatan / subscribe, penarikan / redemption dan kemudahan mendapatkan informasi Reksa Dana serta tanyakan struktur biaya yang dikenakan kepada investor.
Fleksibilitas dalam melakukan penempatan dan penarikan unit dari Reksa Dana yang kita tempati merupakan hal penting yang tidak boleh di lupakan. Karena ada Reksa Dana yang membatasi penarikan hanya dapat dilakukan pada periode tertentu, tanyakan hal ini di depan sebelum memutuskan untuk berinvetasi dan sesuaikan dengan tujuan investasi anda.
Juga rincian biaya yang akan dibebankan, tanyakan langsung  rincian biaya yang harus dikeluarkan secara detail dalam penempatan maupun penarikan. Jika tidak transparan,lebih baik dihindari.


Monday, July 8, 2013

Pengertian Saham



Pada artikel sebelumnya kita sudah mengenal sedikti tentang saham. Berikut ini adalah artikel berikutnya tentang Saham atau yang biasa di sebut juga stock; bagaimana saham itu di nilai, apakah risiko yang ada di dalamnya, dst. Silahkan langsung saja baca artikel berikut ini:


STOCK IS OWNERSHIP, simple as that.
Buy a share of Microsoft and you acquire a tiny sliver of the software giant, tying your fate to that of Chairman Bill Gates, for better or worse. This is ownership in the most literal sense: You get a piece of every desk, contract and trademark in the place. Better yet, you own a slice of every dollar of profit that comes through the door. The more shares you buy, the bigger your stake becomes.

OK, So How Is a Stock Valued?
The stock market itself is basically a daily referendum on the value of the companies that trade there. All those guys screaming at each other? Their job is to take in the day's news and distill it down to a single question: Will it help the companies I own make money in the future, or will it prevent them from doing so? If Microsoft loses a court battle to the Justice Department, look for its shares to fall. But if strong economic numbers come out promising better PC sales, traders will buy with a vengeance.

Earnings (a.k.a. profits) are the supreme measure of value as far as the market is concerned. Wall Street is obsessed with them. Companies report their profits four times a year and investors pore over these numbers -- expressed as earnings per share -- trying to gauge a company's present health and future potential.

The market rewards both fast earnings growth and stable earnings growth. Stock traders will even pay up for a money-losing company that promises to earn a lot in the future (witness 1998's explosion in Internet stocks). Things the market will not tolerate are declining earnings or unexplained losses. Companies that surprise Wall Street with bad quarterly reports almost always get punished.

What About Risk?
While history shows that stocks will rise given the fullness of time, there are no guarantees -- especially when it comes to individual stocks. Unlike a bond, which promises a payout at the end of a specified period plus interest along the way, the only assured return from a stock is if it appreciates on the open market. (While many companies pay shareholders dividends out of their earnings, they are under no obligation to do so.) The worst-case scenario is that a company goes bankrupt and the value of your investment evaporates altogether. Happily, that's rare. More often, a company will run into short-term problems that depress the price of its stock for what seems an agonizingly long period of time.

For all the risk, however, there are ways to manage your exposure. The best is to diversify by owning a variety of stocks. That way, no single company can harm you. (Check out our Risk vs. Reward section for more on diversification strategies.) It's also important to remember that investors are well compensated for rolling the dice with equities. Historically, the long-term return from stocks is about 11% annually, while bonds -- which are less risky -- return just 5.2%. Over time, that spread can make a huge difference in the earning power of your savings (see The Power of Compounding).

One final note: Along with ownership, a share of stock gives you the right to vote on management issues. Company executives work at the behest of shareholders, who are represented by an elected board of directors. By law, the goal of management is to increase the value of the corporation's equity. To the extent this doesn't happen, shareholders can vote to have management removed.

That's the way it is supposed to work, anyway. As we noted above, one of the grim realities of the stock market is that individual investors rarely amass enough stock to be able to exert any tangible influence over a company -- that's left to big institutional shareholders or groups of company insiders. Consequently, it behooves you to carefully research management's competence before you buy a stock. And the best measure of that may be the company's ability to consistently deliver earnings over time.

Sunday, July 7, 2013

Mengenal Lebih Jauh Bisnis Property



Dua Tujuan Investasi di Properti, Cash Flow dan Capital Appreciation
Salah satu alternatif investasi yang sudah terbukti sepanjang sejarah adalah property atau real estate. Ketika saya kuliah di tahun 1994-1998 aku punya seorang teman yang orangtuanya punya usaha kos-kos an. Tidak tau persis berapa jumlah kamar di tempat kos-kosan itu, namun Nampak kos-kosan itu cukup baik di kelola. Sebagian besar yang tinggal di situ adalah mahasiswa UPH (Universitas Pelita Harapan) dan sepertinya ada beberapa karyawan muda. Aku tidak tau persis apa kerjaan mereka, yang aku tau hanya mereka punya usaha kos-kos an. Dan sepengetahuanku, keluarga ini termasuk keluarga yang cukup berada di lingkungan kami.

Sekarang aku baru sadar, bahwa ternyata mereka berinvestasi property dengan tujuan Cash Flow. Setiap bulan mereka akan mendapatkan uang dari sewa kos-kos an itu. Coba bayangkan kalau di rumah itu ada 10 kamar (waktu itu aku ingat rumahnya tingkat dan di belakang cukup besar), dan setiap kamar membayar Rp 500,000,- saja. Maka dalam sebulan akan menghasilkan Rp. 5 juta

dikurangin biaya operasional misalnya Rp 500,000,- maka penghasilan bersih adalah Rp. 4.5 juta rupiah. Nah ini yang di sebut dengan Cash Flow. Setiap bulan mereka akan terima Rp 4.5 juta rupiah, dalam setahun Rp 54 juta rupiah. Biasanya harga akan terus naik dan berarti penghasilan juga akan naik setiap tahun, misalnya dari Rp 500,000,- per kamar menjadi Rp 1 juta per kamar dalam beberapa tahun, maka penghasilannya pun juga akan naik.

Berbeda dengan sebut saja Mr. J, yang aku kenal lewat salah satu seminar property. Mr. J membagikan pengalamannya tentang inveasti di property. Mr J biasanya membeli property (apartemen) yang baru di lauching atau di pasarkan. Dengan modal 10-20% dari harga apartemen, Mr J membeli apartemen pilihannya. Beruntung di Negara Mr J ini ada, ada kemungkinan bahwa pembeli hanya perlu membayar uang muka dan tidak akan membayar angsuran atau bunga dari pinjaman bank sampai apartemen ini jadi. Nah biasanya di

butuhkan 2-3 tahun untuk membangun apartemen tersebut. Ketika apartemen sudah mau jadi, biasanya harga akan naik, bahakn harga bisa naik cukup significant di saat saat apartemen mau jadi. Ambil contoh saja, untuk apartemen dengan harga 500 juta misalanya, Mr J harus membayar 50 – 100 juta sebagai uang muka dan setelah itu tidak perlu membayar lagi sampai apartemen jadi. Namun ketika 2 atau 3 tahun lagi apartemen itu jadi harga sudah menjadi naik misalnya 650 juta. Maka si Mr J ini akan menjual apartemen itu. Dengan bermodal 50 – 100 juta Mr J akan mengantongi keuntungan (650 – 500) = 150 juta atau kalau di persentasekan, 150%-300% dalam 2

atau 3 tahun. Sekarang aku baru itu itu yang namanya membeli property untuk tujuan capital gain. Demikian seterusnya Mr J ini menjadi seorang investor yang cukup handal di bidang properti

Nah, dari cerita cerita itu, palign tidak ada 2 tujuan orang berinvestasi di property: Cash Flow dan Capital Appreciation. Bisa juga tujuanny

a merukan kombinasi dari keduanya, namun biasanya jarang seperti itu, biasanya orang akan berfokus pada satu tujuan.

Saturday, July 6, 2013

Usaha Sewa Property Dengan Keuntungan Yang Besar









Jika Anda telah yakin ingin berinvestasi di sektor properti, kini mulailah dengan menentukan tipe investasi yang akan disewakan. Menurut Anda, sebaiknya memilih rumah kontrakan, rumah kos, ruko, kondominium, town house, kios, toko atau ruang kantor?

Pengamat properti Panangian Simanungkalit dalam bukunya 'Rahasia Menjadi Miliarder Properti mengatakan, setiap jenis properti sewa tersebut di atas memiliki karakteristik berbeda. Anda harus menyadari setiap pilihan properti sewa tidak menghasilkan keuntungan dalam waktu singkat. Misalnya, rumah kontrakan memiliki tingkat pengembalian rendah meskipun tingkat resikonya juga rendah. Namun, jenis properti ini membutuhkan pemeliharaan lebih rumit.

Tak hanya itu. Anda juga harus selektif saat mengizinkan penyewa menempati rumah kontrakan. Ruko dan rukan biasanya lebih aman kalau urusan manajemen dan operasional. Biaya pemeliharaan juga lebih rendah. Bahkan, bila Anda menemukan penyewa yang sangat membutuhkan ruko atau rukan, maka praktis biaya pemeliharaan tidak akan Anda keluarkan.

Keistimewaan jenis ruko atau rukan ialah pengembalian investasinya yang cepat. Namun, dengan catatan berada dalam lokasi strategis. Sementara, untuk kondominium dan town house, jika dilihat dari sisi investasi, memiliki risiko lebih besar meski tingkat pengembalian investasinya paling cepat. Bila dibandingkan dengan rumah kontrakan atau ruko dan rukan, investasi ini mengandung risiko kenaikan harga lebih tinggi. Peningkatan harganya sedikit lebih tidak pasti karena pasarnya relatif terbatas.

Sementara itu, untuk toko dan kios, apabila dilihat dari sisi investasi, berada pada resiko level tertinggi, terutama dalam hal pemilihan lokasi. Walau tingkat pengembalian investasinya tinggi, tapi bila lokasinya tidak menarik, tidak akan ada penyewanya.
Untuk mendatangkan keuntungan dari properti yang disewakan, Anda perlu memperhatikan hal-hal berikut ini:

  •     Hal pertama sebaiknya Anda lakukan adalah membuat estimasi nilai properti saat ini untuk membuat harga sewa yang pantas. Penghitungannya dapat mempertimbangkan nilai capital rate properti tersebut.
  •     Kedua, Anda harus memprediksikan tingkat kenaikan harga sewa properti dan nilainya untuk lima tahun ke depan.
  •     Ketiga, Anda juga harus memikirkan kapan menyewakan properti tersebut sebelum dijual, serta pikirkan pula hal-hal yang dibutuhkan dalam mengelola properti pada tahap tersebut.

Sukses Dengan Investasi Reksadana



Setiap manusia memiliki impian dan kebutuhan masa depan yang ingin diraih dan wujudkan, seperti rumah impian, kendaraan pribadi, pendidikan terbaik untuk si buah hati, jalan-jalan atau rekreasi di dalam negeri bahkan ke luar negeri, pensiun yang tenteram dan nyaman, mempertahankan gaya hidup setelah pensiun dan lain-lain.

Namun, harga-harga yang melambung tinggi yang tidak sepadan dengan kenaikan pendapatan ataupun tergerusnya uang di tabungan dikarenakan inflasi, kadang-kadang membuat semakin jauhnya harapan untuk meraih impian-impian tersebut.

Jadi, bagaimana solusi untuk mewujudkan impian-impian tersebut? Salah satunya adalah dengan menyiapkan dana khusus (jangan memakai dana darurat atau emergency fund) untuk diinvestasikan pada produk investasi yang dapat mengalahkan inflasi.

Salah satu kendaraan investasi yang dapat dipilih adalah reksa dana. Secara sederhana, reksa dana diartikan sebagai suatu wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi.

Mengapa memilih reksa dana? Banyak alasan untuk memilih reksa dana, di antaranya:

1. Dikelola secara profesional
Reksa dana dikelola oleh tim Manajer Investasi yang memiliki keahlian mengelola portofolio efek dan juga akses yang luas terhadap informasi pasar efek dari hasil penelitiannya sendiri ataupun informasi publik dari pihak ketiga.

2. Investasi yang terjangkau
Pada umumnya, minimum investasi awal reksa dana berkisar antara seratus ribu sampai jutaan Rupiah, tergantung dari jenis reksa dana yang dipilih. Jadi, pemodal dapat memulai berinvestasi tanpa harus mengumpulkan dulu modal yang besar.

3. Diversifikasi investasi dan alokasi aset
Karena merupakan kumpulan atau portofolio efek, investasi pada reksa dana cukup terdiversifikasi. Pemodal dapat memilih jenis reksa dana yang cocok untuk penerapan alokasi aset dan sesuai dengan profil risikonya. Contoh, bagi seorang yang agresif atau risk taker, dapat mengalokasikan sebagian besar portofolionya pada reksa dana saham, dikombinasikan dengan jenis reksa dana lainnya. Seorang dengan profil moderat dapat memilih sedikit reksa dana saham, porsi yang lebih besar pada reksa dana pendapatan tetap maupun campuran. Bagi seorang konservatif, dapat memulai berinvestasi pada produk reksa dana pasar uang terlebih dahulu. Namun sebagai pedoman, ingatlah selalu, high risk high return
.

4. Kemudahan Administrasi
Pemodal cukup melakukan pembelian Unit Penyertaan reksa dana melalui Manajer Investasi ataupun Agen Penjual, tanpa administrasi yang rumit. Pemodal akan terbebas dari kebutuhan untuk melakukan penelitian, analisis pasar dan pekerjaan administratif, yang mana hal-hal tersebut harus dilakukannya sendiri apabila Pemodal berinvestasi langsung di pasar modal.

5. Tingkat likuiditas tinggi
Pemodal dapat setiap saat menjual kembali Unit Penyertaannya kepada Manajer Investasi.

6. Transparansi
Perkembangan harian Nilai Aktiva Bersih reksa dana dapat diakses melalui surat kabar maupun situs beberapa Manajer Investasi. Pemodal juga dapat mencari data-data reksa dana dan Manajer Investasi di website Bapepam & LK.


Berikut adalah tips dalam berinvestasi di reksa dan
  • Tentukan tujuan keuangan/kebutuhan yang ingin dicapai
  • Ketahui jangka waktu yang diperlukan untuk mencapai tujuan keuangan tersebut
  • Pastikan besarnya dana yang sanggup disisihkan setiap bulannya
  • Ketahui profil risiko dan kesanggupan untuk menerima fluktuasi pasar
  • Tentukan aset alokasi yang bisa memenuhi kebutuhan dan profil risiko
  • Memilih produk reksa dana yang tepat
  • Berinvestasi secara konsisten dan teratur
  • Pantau kinerja investasi produk secara berkala. Lakukan evaluasi dan bila diperlukan lakukan re-balancing
  • minimal 1 tahun sekali, agar tetap sesuai dengan tujuan investasi.

Penting untuk diingat, pemodal wajib membaca prospektus reksa dana, khususnya bagian mengenai tujuan dan kebijakan investasi, faktor-faktor risiko yang utama dan mengenai Manajer Investasi, sebelum memutuskan untuk membeli Unit Penyertaan reksa dana tersebut.

Agar investasinya dalam reksa dana dapat berkembang optimal, para pemodal disarankan berinvestasi untuk jangka panjang. Walaupun kemudian terjadi fluktuasi yang kadang sangat drastis dalam kurun waktu tersebut, namun dalam rentang waktu yang panjang dapat terlihat proses pengembangan dana pemodal. Kunci utama dalam berinvestasi adalah lakukan secara teratur, konsist
en dan berkesinambungan. Mulailah berinvestasi sekarang! Semakin cepat memulai, semakin cepat berkembang hasil investasinya.

Thursday, July 4, 2013

Tips Investasi Saham Murah dan Menguntungkan



Tidak bisa dipungkiri, gaya hidup masyarakat moderen, seperti jalan-jalan di mall, shopping, dan belanja gadgets adalah aktivitas yang sangat menyenaangkan. Berbagai hiburan di mall, gadgets, kuliner, dan fashion sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kelas menengah ke atas.

Tidak jarang kita membeli sesuatu/merogoh kocek, bukan karena kita membutuhkannya namun untuk memenuhi keinginan kita untuk bersenang-senang. Sebenarnya, hal itu sangat wajar, setelah seminggu beraktivitas, orang cenderung untuk menghibur diri bersama keluarga.

Namun yang menjadi permasalahan adalah, ketika kita bersenang-senang kita lupa mengalokasikan sebagian uang untuk dana cadangan dan berinvestasi.

Banyak orang yang beralasan bahwa berinvestasi itu sulit, apalagi berinvestasi saham, tinggi imbal hasil namun tinggi resiko. Selain itu, banyak orang menunda berinvestasi karena kendala modal, tidak punya uang untuk diinvestasikan.

Benarkah investasi saham demikian mahal dan sulit? Mari kita simak.

Warren Buffett mengatakan bahwa memilih perusahaan untuk berinvestasi itu tidak perlu berbelit-belit. Cukup pilih bidang usaha yang kita pahami, dan sederhana, dan seringkali nampak di sekitar kita.

Sebagai contoh, Buffett memilih berinvestasi di perusahaan minuman Coca Cola, dan juga koran Washington Post, yang mempunyai sistem bisnis sangat sederhana. Ia membeli saham-saham dari perusahaan tersebut dan minyimpan dalam waktu berpuluh-puluh tahun.

Meskipun kita tidak berinvestasi dengan rentang waktu selama Warren E Buffett berinvestasi, namun kita tetap dapat menggunakan prinsip tersebut untuk trading semi investasi, yaitu dengan rentang waktu beberapa bulan.

Bagaimana memilih perusahaan yang bertumbuh untuk trading semi investasi, atau investasi jangka pendek ? Anda juga bisa memilih perusahaan yang ada di sekitar Anda, sistem bisnis sederhana, dan dibutuhkan oleh orang banyak. Biasanya perusahaan-perusahaan tersebut tumbuh secara konsisten karena produk barang dan jasanya dibutuhkan orang banyak.

Anda juga bisa memilih perusahaan yang ada di sekitar Anda, sistem bisnis sederhana, dan dibutuhkan oleh orang banyak. Seperti saya tweet beberapa hari yang lalu, setelah banjir, kebutuhan air minum kemasan cenderung meningkat, saham ADES pun naik 25% dalam beberapa hari saja. Perusahaan air minum kemasan lainnya berkode ALTO, PT Tri Bayan Tirta Tbk pun mengalami lonjakan harga saham.

Selain itu, Anda tidak membutuhkan modal besar untuk dapat meraih untung dari saham. Sebagai contoh, jika Anda suka berbelanja perkakas di gerai ACE Hardware, pernahkah terpikir untuk memiliki gerai yang begitu ramai dikunjungi masyarakat kelas menengah ke atas setiap akhir pekan ini?

Saham Ace Hardware berkode ACES. Saham ACES naik 97,5% sejak Januari 2012 di harga Rp 4.150 sebelum stock split atau setara Rp 415 per lembar saham untuk saat ini, dan hingga akhir tahun 28 Desember 2012, harganya mencapai Rp 820 per lembar sahamnya.

Jika Anda beli 1 lot (500 lembar)saham ACES pada Januari 2012, hanya butuh Rp 2.075.000 per lotnya (sebelum stock split, dan di akhir tahun menjadi Rp 4.306.030,- untung sekitar 97,5% (belum dipotong fee dan pajak).

Suka belanja gadget terbaru? Boleh-boleh saja, tapi coba saja bagaimana jika Anda berinvestasi pada saham Eraphone penyalur HP dan gadget, berkode ERAA pada tahun 2012. Pada 2 Januari 2012 saham ERAA dibuka seharga Rp 1.000 per lembar saham.

Kemudian saham ERAA mengalami pertumbuhan sebesar 195% dalam setahun dan ditutup di level harga Rp 2.950 di akhir tahun 2012. Jika Anda membeli saham ERAA di awal tahun 2012 Anda hanya butuh Rp 500.000 untuk membeli per lot saham, dan uang Anda menjadi Rp 1.475.000.

Coba berkeliling di sekitar kota Jakarta saat ini menjamur proyek bangunan, intip apa nama kontraktornya? Nama WIKA/PT Wijaka Karya atau ADHI/PT Adhi Karya sering Anda jumpai pada proyek bangungan kota Jakarta? Mengapa tidak coba beli sahamnya?

WIKA di awal tahun 2012 harganya Rp 610 per lembar saham dan ditutup di level Rp 1.480 per lembar saham pada 28 Desember 2012. Jika Anda beli 1 lot saham WIKA pada 2 Januari 2012, Anda hanya butuh uang Rp 305.000 per lotnya, dan di akhir tahun uang Anda menjadi Rp 738.100 atau 142%!

Sedang flu? Sering belanja obat-obatan ke Kimia Farma? Coba beli sahamnya juga (KAEF). Saham KAEF / Kimia Farma dari awal tahun 2012 harganya Rp 330 per lembar saham, kemudian ditutup di level harga Rp 740 per lembar saham pada 28 Desember 2012.

Jika Anda berinvestasi saham KAEF pada awal tahun 2012 hanya butuh uang Rp 165.000 untuk membeli 1 lot saham, dan pada akhir tahun 2012 uang Anda menjadi Rp 370.000 alias bertumbuh 124%.

Nah, apa pembelajaran dari contoh-contoh saham di atas? Coba baca ulang lagi dan silakan ambil kesimpulan. Kesimpulan yang pertama, membeli saham yang berkinerja bagus tidak harus melulu butuh uang besar. Bahkan hanya dengan beberapa ratus ribu rupiah saja, Anda bisa memperoleh saham yang memberi imbal hasil puluhan sampai dengan ratusan persen.

Masih beralasan tidak punya uang untuk berinvestasi? Ayo mulai sisihkan uang saku / gaji untuk investasi. Investasi saham bisa dimulai dari modal kecil dari Rp 1 juta bahkan beberapa ratus ribu rupiah saja.

Kesimpulan kedua yang saya ambil adalah, tidak perlu njelimet dalam memilih saham. Bagaimana caranya? Jika Anda ingin berinvestasi saham, contek tips Buffet yang satu ini: cari saham yang bisnisnya sederhana! Apa sih bisnis yang sederhana itu ? Bisnis yang sederhana adalah bisnis yang Anda ketahui sistemnya dengan baik.

Bisnis ritel seperti penjualan perkakas, pakaian, minuman, konstruksi/bangunan, jalan tol, adalah contoh bisnis yang simpel. Warren Buffet memilih Coca Cola karena bisnisnya sangat sederhana dan mudah dipahami sistemnya.

Selain memilih bisnis yang simple/sederhana, carilah sektor yang dibutuhkan oleh orang banyak. Misalnya, sektor farmasi, consumer goods (bahan pangan, kebutuhan sehari-hari), dan juga sektor infrastruktur. Pembangunan terus berlanjut, sektor infrastruktur semakin dibutuhkan, antara lain jalan tol dan juga menyangkut produk bangunan.

Industri bahan bangunan (semen) sangat terkait dengan sektor infrastruktur dan properti. Beberapa contoh perusahaan semen adl Indocement/INTP, SMGR/Semen Indonesia, dan SMCB/Holcim. Beberapa contoh perusahaan konstruksi adalah WIKA/Wijaya Karya, ADHI/Adhi Karya, dan PTPP. Contoh perusahaan infrastruktur/jalan tol adalah JSMR (Jasa Marga).

Tidak perlu ribet dalam memilih saham untuk investasi. Lihat sekeliling Anda, produk apa yang sangat dibutuhkan masyarakat? Investasi saham tidak hanya untuk kalangan atas, mahasiswa dan karyawan juga bisa menikmati manisnya. Anda bisa berinvestasi saham dengan modal kecil. Banyak saham bagus yang per lotnya hanya seharga Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.

Saham-saham yang saya sebut dalam artikel ini bukanlah sebuah rekomendasi beli atau jual, melainkan rangkuman/review dari pertumbuhan harga saham yang bersangkutan pada sepanjang tahun 2012. Nah demikian sharing saya tentang mudah dan murahnya berinvestasi saham. Semoga bermanfaat dan salam profit.

Sunday, June 30, 2013

Rahasia Menjadi Orang yang Cepat Kaya



Rahasia menjadi makmur atau mempunyai penghasilan passive income US$ 100.000/tahun (bukan ultra kaya) yang dilakukan oleh Robert Kiyosaki persis seperti jurus monopoli yang sangat sederhana, yaitu hanyalah membeli empat rumah hijau kemudian menukarnya untuk membeli sebuah hotel mewah yang besar.

Ketika pasar real estate sangat buruk Robert Kiyosaki membeli sebanyak mungkin rumah kecil dengan uangnya yang terbatas dan ketika pasar membaik Robert menukar ke-empat rumahnya itu dan membeli satu hotel mewah besar. Robert Kiyosaki tidak perlu bekerja karena cashflow dari hotel tersebut, rumah-rumah apartemen mampu membiayai gaya hidupnya.

Sedangkan rahasia untuk menjadi kaya dan ultra kaya atau mempunyai passive income antara US$ 1 juta atau lebih per tahun, US$ 1 juta atau lebih per bulan yang sekarang dilakukan oleh Robert Kiyosaki dan orang-orang yang paling kaya di dunia adalah bisnis, real estate dan saham.

Maksudnya apa? Pertama adalah membuat dulu bisnis yang menghasilkan cashflow positif (dalam hal ini bagi Robert Kiyosaki adalah bisnis real estate, bagi Ray Kroc, Mc Donald adalah bisnis hamburger, bagi Bill Gates adalah bisnis software). Kemudian yang kedua adalah mereka mulai masuk ke real estate dengan bantuan pinjaman dari bank 90%. Terakhir mereka go public menjual sebagian sahamnya.

Tanah atau real estate yang mereka beli dulu karena mereka mampu mengubah bisnis yang ada di atasnya maka harganya menjadi meningkat. Bisnisnya ada nilai goodwill-nya, real estate ada nilai kenaikannnya, dan kemudian mereka go public dan ketika go public satu bisnis dijual berkali-kali, maka akan menjadi sangat-sangat kaya. Dan dari uang ini diinvestasikan lagi ke property atau bisnis yang menghasilkan.

Harga real estate betul-betul tergantung dari bisnis apa di atasnya, misalnya sebuah real estate diratakan dengan tanah dan kemudian ditanami dengan kacang, maka sebetulnya nilai tanah tadi Rp 25.000/meter, tapi ketika tanah tadi dibangun Mall yang menarik keramaian, maka tanah tadi bisa bernilai Rp 10 juta/meter.

Demikian juga kenapa bank mau memberikan pinjaman lebih besar dari nilai tanahnya, karena sebenarnya nilai tanah tadi sudah berubah karena ada bisnis di atas. Demikian juga waktu orang mau menjual saham, mereka menilai dengan nilai masa depan, dimana dinilai dari kemungkinan saham tadi akan bisa mengembalikan modal mereka.

Akibatnya harga sahamnya jauh lebih besar dari nilai buku. Maka dikatakan oleh Robert Kiyosaki, orang-orang yang paling kaya di dunia adalah orang-orang yang menjual saham. Robert Kiyosaki sampai saat ini mempunyai 5 perusahaan yang go public.

Jadi, menurut Robert Kiyosaki apabila Anda ingin menjadi ultra kaya harus dimulai dari membangun bisnis, membangun real estate, dan go public.

Semoga Bermanfaat. Saya Tung Desem Waringin mengucapkan Salam Dahsyat!

Sunday, June 23, 2013

Pengertian Dan Analisis Dasar Investasi Reksa Dana



ADA banyak orang yang kerap bertanya, apa beda antara reksa dana dan unit link. Atau mereka mencari tahu mana lebih baik, membeli reksa dana atau unit link? Jawabannya, tergantung kebutuhan setiap orang.

Ada banyak persamaan antara reksa dana dan unit link. Keduanya sama-sama produk investasi. Bedanya, reksa dana seluruhnya berupa investasi, sementara unit link memiliki unsur proteksi. Karena memiliki unsur proteksi, unit link dikelola oleh perusahaan asuransi. Sementara reksa dana dikelola oleh manajer investasi.

Persamaan kedua produk ini, baik reksa dana dan unit link sama-sama berada dalam pengawasan Otoritas   (OJK). Persamaan lainnya, produk ini dijual dalam bentuk unit penyertaan. Dana investor yang membeli produk ini terkumpul menjadi dana kelolaan yang kemudian diinvestasikan ke dalam produk investasi oleh manajer investasi.

Nilai aset yang diinvestasikan kemudian dibagi sejumlah unit penyertaan yang disebut Nilai Aktiva Bersih (NAB) atau harga per unit. NAB berfluktuasi setiap penutupan hari, mencerminkan pergerakan harga portofolio dalam unit, dan jumlah unit yang bertambah atau berkurang.

Pada produk reksa dana, seluruh dana yang disetorkan pemodal atau dana yang dibelikan reksa dana dialokasikan ke dalam portofolio investasi sesuai jenis investasi reksa dana.  Reksa dana dikelola oleh manajer investasi yang melakukan Kontrak Investasi Kolektif (KIK) dengan bank kustodian. Dana investasi dan portofolio aset yang dikelola manajer investasi tersimpan dan dibukukan di Bank Kustodian. Bank Kustodian yang setiap hari mempublikasi NAB per unit reksadana.

Reksa dana umumnya menetapkan biaya pembelian minimal Rp100 ribu. Investor (pembeli reksa dana) akan dikenakan biaya pengelolaan, biaya pembelian dan penjualan, biaya administrasi, biaya bank kustodian. Besarnya biaya pengelolaan untuk manajer investasi berkisar 1 persen per tahun dari total dana yang diinvestasikan. Investor akan memperoleh secara berkala laporan kinerja (fundsheet) dari dana yang diinvestasikan.

Sementara pada unit link, karena ada unsur proteksi (perlindungan asuransi), maka dana yang diserahkan pemodal atau dibelikan unit link akan dibagi. Misalnya, 30 persen untuk asuransi, dan 70 persen untuk investasi. Proporsi persentase antara investasi dan proteksi berbeda-beda tergantung pada produk unit link. Tetapi ada coverage misalnya untuk kematian, atau coverage tambahan lain.

Dari segi biaya, pada unit link cukup besar biaya untuk pembelian (akusisi). Sebagai ilustrasi, premi tahun pertama sebesar Rp1 juta, maka alokasi investasi tahun pertama sebesar Rp0 sampai dengan Rp250.000. Pada tahun kelima alokasi untuk investasi meningkat mencapai Rp800.000 sampai dengan Rp900.000. Di tahun keenam barulah seluruh premi regular atau dana yang disetorkan akan dialokasikan semuanya untuk investasi seperti reksa dana.  Sedangkan pada reksa dana, sejak tahun pertama dari uang Rp1 juta akan teralokasi seluruhnya Rp1 juta.

Kelebihan unit link, cocok bagi orang yang memiliki dana terbatas dan memerlukan asuransi ditambah keuntungan dengan berinvestasi. Unit link juga cocok bagi orang yang tidak mau repot memiliki asuransi dan investasi.

Sementara investor yang sudah memiliki proteksi (asuransi) sebaiknya membeli reksa dana, sehingga semua dana yang disetorkan dialokasikan seluruhnya untuk investasi.  Kelebihan reksa dana, hasil investasi lebih maksimal.  Proses redemption (pencairan dana) juga lebih cepat antara 3-7 hari.

Kelemahan unit link, hasil investasi tidak maksimal. Pengembalian dana dan pembelian harga unit 14 hari kerja. Sementara itu,kelemahan reksa dana, bila investor institusi yang memiliki dana besar menarik dananya, maka berisiko menurunkan harga unit secara cepat dan berpotensi merugikan investor ritel dan terjadinya risiko likuiditas.

Investor harus menentukan tujuan investasi, sebelum memilih produk investasi.  Tentukan jangka waktu investasi, dan kenali profil risiko Anda. Pada unit link, uang yang diinvestasikan disebut premitop up. Maksimalkan premi regular untuk maksimalkan uang pertanggungan. Pada reksa dana, uang yang diinvestasikan disebut investasi. Unit link bisa dibeli di perusahaan asuransi dana agen-agen penjual. Sedangkan reksa dana bisa dibeli melalui manajer investasi atau bank-bank yang menjadi agen penjual reksadana. (BEI) (//wdi)

Analisis Pergerakan Harga Emas Ketika BBM Naik



Harga emas sempat menembus level terendahnya dalam 3 tahun belakangan. Akankah harga emas kembali melambung di tengah kenaikan harga BBM di dalam negeri?

Analis Commodity Desk PT Millennium Penata Futures, Suluh Wicaksono mengungkapkan harga emas dalam negeri akan terpengaruh akibat kenaikan harga BBM.

"Untuk kenaikan BBM sedikit terpengaruh. Kaitannya dengan inflasi di Juni dan Juli 2013 ini. Naik kurang lebih 1% sampai 2%," ungkapnya ketika dihubungi detikFinance, Minggu (23/6/2013).

Hal ini, sambung Suluh menyebabkan daya beli masyarakat juga terpengaruh. "Harga emas tetap patokan spot dan ANTAM. Permintaan akan cenderung turun," jelasnya.

Namun, Ia mengatakan untuk saat ini harga emas lokal sudah sangat rendah hingga menembus batas bawah. "Permintaan memang turun, tetapi harga tidak akan turun lagi. Sudah batas terendah sejak 2010.

Suluh menerangkan harga emas untuk Antam pecahan 1 gram saat ini berada di Rp 512.000 sedangkan terendah untuk pasar lokal non Antam berada di kisaran Rp 510.000/gram. "Justru untuk pecahan 5 gram sudah rendah sekali di Rp 472.000/gram," terangnya.

Sunday, December 16, 2012

Investasi Emas Lantakan



Pada artikel ini kita akan membahas lebih mendalam mengenai investasi emas lantakan. investasi ini dapat kita lakukan melalui PT Aneka Tambang . Dalam melakukan investasi emas lantakan, kita harus mengetahui komponen - komponen yang menjadi dasar perhitungan transaksi,kelebihan yang ada pada emas lantakan dan risiko yang melekat serta tip untuk memulai investasi emas lantakan .

A. Komponen perhitungan transaksi
perhitungan investasi emas lantakan tidaklah serumit perhitungan - perhitungan investasi di instrumen saham atau obligasi . pada dasarnya , investasi emas lantakan hanyalah melakukan proses jual beli, simpan, dan jual kembali. Rumus - rumus yang digunakan pun sangat sederhana, layaknya transaksi jual beli biasa. Jadi, siapa pun dapat memulai investasi emas dan mendapatkan hasil yang memuaskan di kemudian hari . berikut ini komponen - komponen yang ada di dalam perhitungan transaksi emas.

a. Saruan transaksi
Harga emas di pasaran dunia dinyatakan dalam satuan troy once. Troy once merupakan satuan berat emas murni yang jika dinyatakan dalam satuan gram setara dengan 31.103 gram.

jika mendengar sebuah berita radio berkaitan dengan harga emas , kita akan mendapatkan informasi " harga emas US$ 900 per troy once " hal itu berarti bahwa untuk mendapatkan emas murni sebanyak 31,103 gram, kita harus mengeluarkan dana sebanyak US $ 900.

Untuk mendpatkan harga pergram dalam satuan rupiah, kita harus melihat kurs USD - IDR yang berlaku saat itu. Sebagai contoh, jika kurs rupiah terhadap dolar AS adalah Rp.10.000, kita dapat menghitung harga emas per gram dengan rumus seperti berikut .

harga emas / gram = ( harga emas per troy once X kurs USD - IDR ) / 31,103
                            = ( 900 X 10.000)/ 31,103
                            = 9.000.000 /31,103
                            = 289,361

berdasarkan perhitungan tersebut, untuk mendapatkan 1 gram emas murni pada saat harga emas dunia US$ 900 per troy once dan kurs rupiah terhadap dolar berada di level Rp.10.000,- kita membutuhkan dana sebesar Rp. 289.361

b. harga Dasar
Setiap hari, sekitar pukul 10.00 WIB PT Aneka Tambang selalu mengeluarkan harga dasar unruk emas lantakan. Harga dasar tersebut adalah harga yang dikenakan pada konsumen yang membeli atau dapat dikatakan sebagai harga jual dari PT Aneka Tambang . Jika ingin menjual emas yang kita miliki, kita dikenakan harga sekitar 10% dibawah harga dasar.

c. ongkos
Selain harga dasar, kita juga dikenakan biaya pembuatan yang besarnya adalah sebagai berikut :
 - Emas lantakan 1- 3 gram  = Rp. 26.000,-
 - Emas lantakan 5 gram      = Rp. 31.000,-
 - Emas lantakan 10 gram    = Rp. 41.000,-
 - Emas lantakan 25 gram    = Rp. 51.000,-
 - Emas lantakan 50 gram    = Rp. 61.000,-
 - Emas lantakan 100 gram  = Rp. 76.000,-

daftar harga tersebut adalah daftar onglos pembuatan emas lantakan di PT Aneka Tambang . jika kita ingin melakukan pembelian emas lantakan , lakukan konfirmasi mengenai harga agar kita dapat menghitung nilai investasi dengan lebih akurat .

d. yield.
Yield merupakan keuntungan dari investasi. perhitungan yield pada investasi emas lantakan ini sangatlah sederhana, yaitu total hasil penjualan dikurangi dengan biaya perolehan yang kita keluarkanpada saat membeli. Jika hasilnya positif , kita mendapatkan keuntuungan . namun, jika hsilnya negatif, artinya kita mengalami kerugian. 


B. Transaksi Emas Lantakan

Berikut ini beberapa contoh perhitungan transaksi emas lantakan ( berdasarkan pengalaman nyata nara sumber tertentu )

Pada tahun 2006 seseorang membeli emas lantakan dengan berat 10 gram. pada saat itu, harga dasar yang dikeluarkan oleh PT Aneka Tambang adalah sebesar Rp. 185.000,- per gram. Berdasarkan perhitungan yang telah dibahas , orang tersebut harus mengeluarkan dana investasi sebesar :

Dana investasi    = ( harga dasar X Jumlah gram ) + ongkos
                         = ( 185.000 X 10 ) + 41.000
                         = 1.850.000 + 41.000
                         = Rp. 1.891.000,-

Pada November 2009, harga dasar emas dari PT Aneka Tambang adalah sebesar Rp. 326.000,- per gram. ketika orang tersebut ingin menjual emas lantakan yang ia beli di tahun 2006 , emas tersebut hanya dihargai sebesar Rp. 306.000 per gram. Jika menjual kepada PT ANeka Tambang, saya akan memperoleh penjualan sebesar :

Hasil Penjualan   = Harga beli PT ANeka Tambang x Junlah gram
                          = 306.000 X 10
                          = Rp. 3.060.000,-

dari dua transaksi diatas kita dapat menghitung yield investasi sebagai berikut :

Yield investasi   = ( [hasil penjualan - harga perolehan]/harga perolehan ) X 100 %
                        = ( [ 3.060.000,- - 1.891.000]/1.891.000)X 100%
                        = ( 1,169.000/1891.000) X 100%
                        = 0,6181 X 100%
                        = 61,81 %

yield sebesar 61,81% tersebut adalah keuntungan yang diperoleh dalam waktu kurang dari tiga tahun, artinya, dalam satu tahun, investasi emas lantakan bisa menghasilkan yield sekitar 20 %. tentunya, angka tersebut sudah cukup untuk menutup angka inflasi dan memberikan keuntungan lebih bagi pelaku investasi.

Saturday, December 15, 2012

Investasi Emas : Pilih Jenis Yang Mana ?


 Sumber foto : google image

Emas merupakan logam mulia yang sangat diminati oleh banyak orang. Arang rela mengeluarkan dan yang cukup besar untuk mendapatkan logam mulia yang memiliki beragam bentuk ini.

Dalam buku " Mengikuti Jejak Bisnis Menggiurkan Orang Tiong Hoa yang diterbitkan oleh Visimedia, liem Yoe Tjwan mengatakan bahwa orang Tiong Hoaa sangat berminat dengan investasi emas dan hal tersebut juga diajarkan kepada putra - putrinya . Emas menjadi sesuatu yang menarik untuk dijadikan investasi karena harga komoditas emas dalam rupiah telah terbukti naik terus - menerus. Komoditas ini juga mengikuti alur inflasi sehingga ketika inflasi sangat tinggi saat itulah harga emas juga melambung tinggi. Demikian juga ketika inflasi menurun, harga emas juga ikut turun.

Jika dinyatakan dalam harga rupiah, harga emas di Indonesia memiliki keunikan. Selama ini harga emas di Indonesia memiliki kecenderungan selalu naik dan nilainya tidak terlalu signifikan jika turun. Hal itu terjadi karena ketika harga emas dalam dalam harga dolar Amerika Serikat (AS ) turun, pada saat yang sama harga dolar AS terhadap rupiah cenderung menguat. Jadi , jika dikonversi dalam bentuk rupiah , terciptalah kestabilan harga emas Indonesia .

Semua orang tentu mengenal emas, tetapi belum tentu mengenal beragam bentuk logam mulia secara jelas . Untuk itu, artikel ini akan mengulas bentuk - bentuk emas yang ada di pasaran.Berikut ini jenis - jenis investasi emas beserta penjelasannya :
  

Investasi dalam bentuk emas perhiasan .
Emas perhiasan adalah emas yang dilebur dan dicampur dengan logam lain, kemudian dibentuk menjadi perhiasan seperti liontin, kalung, cincin, gelang, anting, dan lain - lain. Harga emas perhiasan ditentukan oleh beberapa macam faktor, antara lain warna emas , kadar emas, dan bentuk perhiasan.

  •  warna emas 
perhiasan emas yang dijual di pasaran terdiri dari  beberapa macam warna yang merupakan hasil perpaduan dengan logam lain. Berikut ini warna - warna perhiasan emas tersebut.
- Warna merah, hasil perpaduan antara emas murni dan tembaga.
- Warna kuning, hasil perpaduan antara emas murni dan perak murni.
- Warna putih, hasil perpaduan antara emas murni, timah sari, nikel, dan perak murni. .
- Warna hijau , hasil perpaduan antara emas murni , perak murni, kadmiun, dan tembaga .
- Warna biru , hasil perpaduan antara emas murni dan besi.
- Warna jingga, hasil perpadian antara emas murni, perak murni, dan tembaga.
- Warna coklat, hasil perpaduan antara emas murni, palladium, dan perak murni.
- Warna abu - abu , hasil perpaduan antara emas murni, tembaga, dan besi.
- Warna ungu, hasil perpaduan antara emas murni dan alumunium. 


  • Kadar emas 
Berikut ini kadar perhiasan emas yang beredar di pasaran.
- 24 karat, artinya 24 bagian terdiri dari emas murni.
- 23 karat, artinya 23 bagian terdiri dari emas murni dan satu bagian terdiri dari logam lain .
- 22 karat, artinya 22 bagian terdiri dari emas murni dan 2 bagian terdiri dari logam lain.
- 21 karat, artinya 21 bagian terdiri dari emas murni dan 3 bagian terdiri dari logam lain. 
- 20 karat, artinya 20 bagian terdiri dari emas murni dan 4 bagian terdiri dari logam lain.
- 19 karat, artinya 19 bagian terdiri dari emas murni dan 5 bagian terdiri dari logam lain.
- 18 karat, artinya 18 bagian terdiri dari emas murni dan 6 bagian terdiri dari logam lain.
- 17 karat, artinya 17 bagian terdiri dari emas murni dan 7 bagian terdiri dari logam lain.
- 16 karat, artinya 16 bagian terdiri dari emas murni dan 8 bagian terdiri dari logam lain.
- 15 karat, artinya 15 bagian terdiri dari emas murni dan 9 bagian terdiri dari logam lain. 
- 14 karat, artinya 14 bagian terdiri dari emas murni dan 10 bagian terdiri dari logam lain.
- 13 karat, artinya 13 bagian terdiri dari emas murni dan 11 bagian terdiri dari logam lain.   
- 12 karat, artinya 12 bagian terdiri dari emas murni dan 12 bagian terdiri dari logam lain.  
- 11 karat, artinya 11 bagian terdiri dari emas murni dan 13 bagian terdiri dari logam lain. 
- 10 karat, artinya 10 bagian terdiri dari emas murni dan 14 bagian terdiri dari logam lain.


Bentuk Emas
Selain berdasarkan warna dan karat, emas perhiasan juga dinilai berdasarkan bentuk dan keunikan. hal ini berpengaruh terhadap harga perhiasan tersebut sehingga tidak mengherankan jika kita mendapati sebuah gelang emas dengan warna dan kadar karat yang sama ditawarkan dengan harga yang jauh berbeda . biasanya, semakin unik sebuah bentuk bentuk perhiasan , semakin mahal harga untuk mendapatkan perhiasan tersebut. Dalam perhitungan harga emas , biasanya, biaya keunikan tersebut dikenal dengan istilah ongkos pembuatan. 

Saat artikel ini ditulis , ongkos pembuatan perhiasan emas mencapai kisaran Rp. 50.000,- per gram . biaya pembuatan tersebut dibebankan kepada konsumen, ketika membeli, tetapi tidak diperhitungkan kita menjual perhiasan yang kita miliki. 

Untuk menjelaskan hal tersebut , simaklah contoh perhitungan transaksi perhiasan emas berikut ini :

" kita hendak membeli perhiasan emas berupa kalung 10 gram yang terbuat dari emas 22 karat warna kuning. Harga dasar emas 22 karat saat itu adalah Rp. 300.000,- per gram ( biasanya, harga dasar sudah di mark up sekian ribu olah penjual untuk menutup PPN dan menambah keuntungan mereka. Harga tersebut juga merupakan harga beli konsumen , sementara harga jual konsumen biasanya diambil dari harga gasar dikurangi 5% sd 15% )."

Untuk melakukan transaksi tersebut , kita harus mengeluarkan dana untuk hal - hal berikut : 

- harga emas 10 gram ( Rp.300.ooo,- /gram )  = Rp. 3000.000,- 
- Ongkos pembuatan ( Rp, 50.000,- / gram ) = Rp. 500.000,-

jadi total yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan perhiasan tersebut adalah sebesar Rp. 3.500.000,-

jika pada saat yang  sama kita akan menjual perhiasa tersebut, kita hanya akan mendapatkan sejumlah dana yang dihitung dari harga jual  konsumen , yaitu :

- harga emas 10 gr ( Rp.275.000/gram ) = Rp.2.750.000,-

berdasarkan data tersebut , kita ketahui bahwa pada saat menjual, ongkos pembuatan yang pernah kita keluarkan tidak diperhitungkan lagi . jika kita bisa mendapatkan penjualan senilai Rp. 2.700.000,-, nilai tersebut sudah merupakan sesuatu yang sangat baik. harga yang lebih rendah akan kita dapatkan jika perhiasan tersebut pernah dipakai . alasan yang biasanya dikemukakan oleh pihak toko emas adalah kadar emas tersebut sudah berkurang karena termakan gesekan dan reaksi dengan keringat .



Investasi dalam bentuk Emas lantakan 
Jenis emas kedua adalah emas lantakan. Emas ini sering disebut sebagai emas batangan atau fine gold . emas jenis ini hanya tersedia dalam kadar 24 karat . Banyak orang berfikir bahwa yang dapat membeli emas batangan adalah orang yang kaya raya . orang yang berpenghasilan kecil dan hanya memiliki sedikit simpanan tidak akan bisa membeli emas batangan. Sebenarnya anggapan tersebut merupakan pemikiran yang keliru karena emas batangan pun dijual dalam bentuk satuan kecil, yaitu 1 gram, 2 gram , 3 gram , 5 gram , 10 gram , 25 gram , 50 gram, 100 gram , dan 1000 gram atau lebih .

harga emas lantakan tersebut berubah setiap hari . Untuk di Indonesia, nilai yang menjadi acuan adalah harga emas lantakan yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang . Harga emas tersebut dapat kita lihat melalui websitePT Aneka Tambang yang beralamat di Http://www.logammulia.com.

harga yang tertera di website tersebut adalah harga dasar yang dikenakan kepada konsumen yang membeli emas lantakan . selain harga dasar , konsumen juga dikenakan biaya pembuatan yang jumlahnya bervariasi , tergantung pada jumlah gram yang kita inginkan. Besarnya ongkos pembuatan emas lantakan jauh lebih kecil dibandingkan dengan ongkos dibandingkan denagn ongkos pembuatan emas perhiasan . Sebagai contoh, dari sumber yang terpercaya , jika kita membuat emas lantakan sebesar 5 gram, kita hanya dikenakan biaya sebesar Rp. 31.000,- . artinya biaya pergram hanyalah sebesar Rp. 6.000,- . Bandingkan dengan biaya yang kita keluarkan jika membeli emas perhiasan yang dikenai ongkos pembuatan hingga Rp. 50.000,- per gram .

mari hitung dana yang harus kita keluarkan jika hendak membeli 5 gram emas lantakan do PT. Aneka Tambang dengan harga dasar Rp. 325.000,- per gram .

- Harga emas 5 gram ( Rp. 325.000,- x 5) = Rp, 1.625.000,-
- Ongkos                                                   = Rp. 31.000,-
- Total                                                       = Rp. 1.656.000,- 

Untuk emas lantakan, kita tidak dikenakan pajak sehingga membuat investasi dalam bentuk emas lantakan menjadi semakin menarik.



Investasi Dalam bentuk emas koin 
pada prinsipnya, koin emas sama dengan emas lantakan , tetapi bentuknya berupa koin . bentuk koin emas ini dapat berupa koin emas cetakan , koin emas mata uang, dan koin emas kuno. untuk bentuk koin emas cetakan, saat ini, di Indonesia dikenal dua macam bentuk , yaitu koin emas ONH ( ongkos Naik Haji ) dan koin emas dinar yang diterbitkan oleh PT Aneka Tambang Khusus untuk koin emas dinar PT Aneka Tamabang , kita harus membayar PPN pada saat pembelian . hal itu membuat investasi dalambentuk dinar emas kurang diminati , khususnya oleh orang Tiong Hoa .

Biasanya, investasi dalam bentuk koin emas dilakukan oleh orang - orang yang memiliki dana cadangan yang cukup banyak karena investasi dalam bidang ini dapat dikategorikan seperti investasi dalam benda seni. Namun, koin emas kuno dan langka mempunyai banyak peminat. Ada begitu banyak orang yang membuaru koin emas kuno dan langka dengan harga yang cukup mahal , kemudian menjualnya kepada orang lain dengan harga yang lebih mahal . demikian seterusnya sehingga harga koin emas kuno tidak memiliki standar harga yang pasti . Biasanya, orang - orang yang berinvestasi dalam bentuk koin emas kuno sudah membangun fondasi investasi terlebih dahulu , yaitu dalam bentuk emas lantakan.



Google
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More